RADARSOLO.COM – Semangat kemandirian ekonomi ditunjukkan oleh Isma Wijayanti, seorang ibu rumah tangga asal Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Di tengah tantangan ekonomi, ia berhasil merintis bisnis olahan jamu dan rempah dengan bendera ‘Lentera Herbal Kediri’ yang kini merambah pasar nasional.
Memanfaatkan potensi lokal Desa Parang sebagai sentra empon-empon, Isma melakukan inovasi produk tradisional menjadi kemasan teh celup modern yang praktis dan diminati masyarakat luas.
Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Sabang, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Gampong Iboih
Inovasi Produk dan Strategi Pemasaran Digital
Sejak meluncurkan usahanya pada Mei 2025, Isma berfokus pada pemberian nilai tambah bagi rempah-rempah mentah yang banyak dihasilkan warga desanya.
Berbagai produk seperti Teh Rimpang, Teh Daun Insulin, hingga Wedang Uwuh dikemas secara menarik untuk meningkatkan daya saing.
Strategi pemasaran pun dilakukan secara digital melalui live e-commerce dan toko online guna menekan biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke luar Provinsi Jawa Timur.
"Ibarat mencari peluang, saya sering berpikir enaknya bikin usaha apa, karena mencari kerja di tengah kondisi seperti ini juga susah," ujar Isma saat menceritakan awal mula perjuangannya.
Ia melihat potensi besar di lingkungan tempat tinggalnya yang belum tergarap maksimal.
Baca Juga: Promo Kolaborasi BRI-Grab: Nikmati Diskon Spesial Pakai BRI Kartu Kredit Mastercard Hingga Juni 2026
"Warga di sini mayoritas memproduksi empon-empon kering. Jadi, saya berpikir untuk membuat usaha yang tidak jauh dari potensi sekitar, agar bahan bakunya juga mudah didapat," tambahnya.
Langkah berani ini pun membuahkan hasil manis dengan omzet mencapai Rp 25 juta per bulan.
Dampak Sosial dan Dukungan Permodalan BRI
Kehadiran Lentera Herbal Kediri tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga Isma, tetapi juga memberdayakan warga sekitar.
Isma melibatkan tetangganya dalam proses produksi hingga manajemen toko online.
Namun, seiring dengan melonjaknya permintaan pasar, Isma sempat menghadapi kendala permodalan untuk memenuhi pesanan.
Baca Juga: BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Kini Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
Dalam situasi tersebut, Isma memilih Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebagai solusi untuk menyuntikkan modal usaha guna menjaga keberlangsungan produksi.
“Pengemasan dan pemasaran Live e-commers kami dibantu warga sekitar,” ujar Isma.
Saat permintaan semakin tinggi dan membutuhkan modal tambahan, ia tidak ragu untuk bermitra dengan bank milik negara tersebut.
“BRI jadi pertolongan pertama, untuk urusan permodalan,” tegas Isma yang kini resmi tercatat sebagai nasabah KUR BRI Kediri.
Komitmen BRI Kediri dalam Ekonomi Kerakyatan
Keberhasilan Isma menjadi salah satu potret nyata dari efektivitas penyaluran kredit untuk segmen mikro di wilayah Kediri.
Hingga Maret 2026, BRI Branch Office (BO) Kediri tercatat telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp 343 Miliar.
Dukungan ini dimaksudkan untuk memberikan napas bagi UMKM agar mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Transformasi Pangkalan Gas Jadi Agen BRILink: Strategi BRI Dorong Ekonomi Mikro dan Inklusi Keuangan
Branch Manager BRI BO Kediri, Adi Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk terus mendampingi pelaku usaha lokal.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kediri melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Kediri seperti jamu dan lain-lain yang dapat terus berkembang,“ ungkap Adi.
Ia menambahkan bahwa selain dana, BRI juga memberikan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara bertanggung jawab demi terciptanya ekonomi kerakyatan yang tangguh. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono