Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

CJIBF 2026: Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Energi Terbarukan dan Hilirisasi Pangan

Tri wahyu Cahyono • Senin, 11 Mei 2026 | 16:24 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menawarkan berbagai proyek strategis kepada para investor global di sela membuka ajang tahunan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tengah) menawarkan berbagai proyek strategis kepada para investor global di sela membuka ajang tahunan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM – Pemprov Jateng membuka ajang tahunan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Dalam forum bisnis ke-10 ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan berbagai proyek strategis kepada para investor global.

Mulai dari sektor renewable energy, hilirisasi pangan, hingga pariwisata.

Kegiatan ini menjadi jembatan krusial untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui skema business matching yang melibatkan pengusaha, duta besar, hingga pengelola kawasan ekonomi khusus.

Baca Juga: Harga Solar Industri Tembus Rp30 Ribu per Liter, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kawal Aspirasi Nelayan ke Pusat

Capaian investasi di Jawa Tengah menunjukkan tren yang sangat positif.

Pada triwulan I 2026 saja, realisasi investasi telah menembus angka Rp23,02 triliun dengan daya serap tenaga kerja mencapai 92 ribu orang.

Tren ini melanjutkan kesuksesan tahun 2025 yang mencatatkan total investasi sebesar Rp110 triliun.

Tingginya arus modal yang masuk berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen, atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, forum semacam CJIBF adalah instrumen vital dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Baca Juga: Melalui Gerakan Run for Rivers, Gubernur Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat 

"CJIBF ini sudah 10 kali dilaksanakan (berkolaborasi dengan Perwakilan BI Jawa Tengah). Kita gunakan untuk business matching (pertemuan bisnis), antara pengusaha dan pemerintah, mitra, dan sebagainya termasuk dengan pengelola kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita," jelas Luthfi.

Gubernur menambahkan, forum ini menjadi ruang bagi pemerintahan kolaboratif untuk menunjukkan potensi unggulan daerahnya kepada dunia.

“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini," tambahnya.

Sebagai langkah konkret untuk menampung minat investor, Jawa Tengah kini tengah menyiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru.

Pengembangan infrastruktur ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan lahan dan kemudahan perizinan bagi industri besar maupun industri hilir.

Pemprov Jateng berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar proses pengembangan kawasan-kawasan baru ini dapat berjalan lebih cepat guna mengantisipasi pergeseran basis industri ke Jawa Tengah.

Baca Juga: Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat di Jateng

"Kita siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance (diarahkan) oleh pemerintah pusat agar bisa cepat," ungkap Luthfi.

Strategi ini juga diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur logistik yang terintegrasi, sehingga biaya operasional industri di Jawa Tengah tetap kompetitif di pasar internasional.

Kehadiran kawasan industri baru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang luas, termasuk melibatkan sektor UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok industri besar.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Jawa Tengah dalam mengelola iklim investasinya.

Menurutnya, Jawa Tengah merupakan pilar penting bagi realisasi investasi nasional.

Sektor investasi menyumbang hingga 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga langkah proaktif seperti CJIBF menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30% kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini, CJIBF yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng dan Bank Indonesia diharapkan bisa menjaga angka pertumbuhan realisasi investasi ini," ujar Todotua.

Ia juga menyoroti pentingnya penambahan kawasan industri untuk memangkas hambatan birokrasi.

"Strategi interline logistik ini juga kita dorong untuk pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa Tengah untuk menambah kawasan industri. Kalau ada kawasan industry, perizinan akan lebih mudah dan cepat," pungkasnya. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#hilirisasi pangan #Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 #energi terbarukan #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi