Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Kurs Rupiah Hari Ini, Dibuka Melemah Tembus Rp 17.600 per Dollar AS, Sentuh Level Rp17.604

Nur Pramudito • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:38 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini, Dibuka Melemah Tembus Rp 17.600 per Dollar AS, Sentuh Level Rp17.604 (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)
Kurs Rupiah Hari Ini, Dibuka Melemah Tembus Rp 17.600 per Dollar AS, Sentuh Level Rp17.604 (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

RADARSOLO.COM - Nilai tukar Kurs Rupiah Hari Ini, Dibuka pada perdagangan Jumat (15/5/2026) mengalami tekanan dan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Rupiah tercatat turun 75 poin atau sekitar 0,43 persen hingga Tembus Rp 17.600 per Dollar AS di awal perdagangan.

Mengacu data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka di posisi Level Rp17.604 per Dollar AS, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.529 per dolar AS.

Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan pada rupiah di tengah kondisi pasar global yang belum stabil.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah di Level Rp17.537 per Dollar AS, Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi

Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga ikut bergerak melemah terhadap dolar AS.

Pada pukul 11.00 WIB, Rupee India (INR) tercatat turun 0,17 persen, Yuan China (CNY) melemah 0,13 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) terkoreksi 0,37 persen.

Sementara itu, Baht Thailand (THB) melemah 0,23 persen, Dolar Singapura (SGD) turun tipis 0,09 persen, dan Peso Filipina (PHP) terkoreksi 0,01 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang justru menguat seperti Dolar Taiwan (TWD) yang naik 0,10 persen dan Dolar Hong Kong (HKD) yang menguat 0,02 persen.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi terbatasnya ruang intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar global akibat periode libur panjang. Meski demikian, BI disebut tetap melakukan upaya stabilisasi agar rupiah tidak tertekan lebih dalam.

Ia juga memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz serta kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini membuat investor cenderung mencari aset aman sehingga dolar semakin menguat.

Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan meningkat setelah Iran menggelar latihan militer besar di sekitar Selat Hormuz, disertai insiden kapal kargo di lepas pantai Oman serta penahanan sejumlah kapal oleh otoritas Iran.

Selain itu, pasar juga mencermati pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang membahas isu perang dagang serta konflik geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini turut mendorong penguatan indeks dolar AS.

Menurut Ibrahim, lonjakan harga minyak juga memberi tekanan tambahan terhadap rupiah, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dalam jumlah besar.

“Dari 1,5 juta barel minyak mentah yang diimpor, sekitar 85 persen digunakan untuk subsidi BBM masyarakat. Hal ini membuat tekanan dolar semakin kuat dan berdampak pada pelemahan rupiah,” ujarnya.

Editor : Nur Pramudito
#Kurs Rupiah hari ini #Rupiah ke Dolar #Rupiah ke Dollar #nilai tukar rupiah #dollar ke rupiah hari ini