Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BRI dan Unsoed Luncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 24 Mei 2026 | 11:33 WIB
Desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (DOK.BRI)
Desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi membuka pelaksanaan Program Desa BRILiaN 2026.

Pembukaan program pemberdayaan ini ditandai dengan kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang digelar secara daring, Kamis (7/5/2026).

Program kerja sama periode ini mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”.

Baca Juga: Akad Massal KUR 1.000 UMKM Digelar di Bali, BRI Bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

Fokus utama program diarahkan pada percepatan transformasi kawasan pedesaan melalui optimalisasi inovasi teknologi digital yang diimbahi dengan penguatan kapasitas kepemimpinan masyarakat.

Kegiatan kick-off dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti.

Dalam pemaparannya, Mendes PDT Yandri Susanto menggarisbawahi pentingnya prinsip pilar ekonomi kerakyatan dengan menempatkan desa sebagai subjek aktif atau penggerak utama dalam rantai pertumbuhan ekonomi nasional, bukan lagi sekadar menjadi objek pembangunan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, Program Desa BRILiaN 2026 dirancang dengan basis kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) serta inkubasi bisnis.

Pelaksanaan program akan dibagi ke dalam dua gelombang (batch) yang bergulir sepanjang periode Mei hingga November 2026.

“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa agar semakin inovatif dan berdaya saing," terang Akhmad.

Baca Juga: BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Banyak Promo Hunian, Kendaraan hingga Liburan 

"Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," imbuhnya. 

Dengan penguatan kapasitas dan pendampingan yang terstruktur, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Rangkaian kurikulum penataan desa ini dibagi ke dalam tiga tahapan operasional utama:

Materi pengajaran yang diberikan mencakup aspek legalitas kerja sama hukum, tata kelola penggunaan dana desa, sistem pencatatan keuangan BUMDes dan koperasi, hingga teknik pengembangan sektor tematik lokal seperti agronomi, pariwisata, dan industri pengolahan makanan.

Baca Juga: Perluas Pasar Internasional, BRI Hadirkan Fitur Layanan Pembayaran QRIS Alipay Dinamis: Cek Tata Cara Penerimaan Pembayarannya

Hingga akhir Maret 2026, akumulasi kepesertaan Program Desa BRILiaN telah mencakup total 5.245 desa di seluruh Indonesia.

Komoditas dan klaster unggulan yang berhasil dikembangkan di lapangan meliputi sektor jasa, perdagangan, pariwisata, industri pengolahan, serta sektor pertanian dan peternakan.

Melalui program inkubasi ini, desa-desa peserta ditargetkan mampu memproduksi luaran (output) konkret berupa draf strategi pengelolaan dana desa, aplikasi laporan keuangan berbasis digital, rintisan desa wisata, hingga komersialisasi produk lokal.

BRI membuka kesempatan pendaftaran bagi desa-desa di seluruh wilayah Indonesia melalui jaringan unit kerja BRI terdekat. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #pemberdayaan #Desa BRILian #BBRI #desa