Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Solo Borong 25,1 Juta Transaksi QRIS, Pemkot Raih Adipati Award dari BI

Silvester Kurniawan • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:27 WIB
Pemkot Solo menerima penghargaan Adiparti Award dari BI yang diterima Wawali Astrid Widayani. (Humas Pemkot Solo)
Pemkot Solo menerima penghargaan Adiparti Award dari BI yang diterima Wawali Astrid Widayani. (Humas Pemkot Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali mencatatkan capaian dalam pengembangan ekonomi digital. Pemkot Solo meraih Adipati Award dari Bank Indonesia atas keberhasilan mendorong digitalisasi transaksi di berbagai sektor ekonomi di Kota Bengawan.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Dia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas sinergi yang selama ini terjalin dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis transaksi digital.

Menurut Astrid, kolaborasi tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan penggunaan transaksi non tunai di Kota Solo.

Baca Juga: Ini Penyebab Pelaku Tabrakan Beruntun yang Kabur dari Kejaran Massa di Manahan

“Pada 2026 ini tercatat sebanyak 25,1 juta transaksi QRIS di Kota Solo, meningkat 133,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Solo berkontribusi menyumbang 41,3 persen dari total transaksi di Solo Raya,” paparnya, Minggu (25/5/2026).

Tak hanya volume transaksi, pertumbuhan merchant QRIS juga meningkat pesat. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah merchant QRIS di wilayah Solo Raya kini mencapai lebih dari 640 ribu unit. Sekitar 500 ribu di antaranya berada di Kota Solo.

Baca Juga: Gus Hilman Anak Siapa? Anggota DPR RI Fraksi PKB Selamat dari Kecelakaan Maut Tol Paspro, Masuk Senayan di Usia 24 Tahun

Angka tersebut menunjukkan masyarakat Solo semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pembayaran parkir, kuliner, hingga berbagai layanan usaha mikro dan perdagangan lainnya.

Pemkot Surakarta pun terus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di berbagai sektor.

“Kami harap sinergi antara Pemkot Surakarta dengan Bank Indonesia dapat terus diperkuat dalam pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, hingga adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Astrid.

Baca Juga: Lakukan Aksi Begal Pantat Sebanyak 4 Kali, Pemuda Asal Eromoko Wonogiri Terancam Hukuman Bertahun-tahun

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot Surakarta dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif.

Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian Adhikarya Fest 2026 yang mengusung transformasi pengembangan ekonomi dan keuangan digital melalui tiga program utama, yakni Adipati, Serdadi, dan Kenduren.

Menurut Dwiyanto, ketiga program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga penyedia jasa pembayaran untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di daerah.

“Adipati  ini mendorong perluasan transaksi non tunai berbasis QRIS, penguatan literasi ekonomi digital, serta peningkatan kesadaran perlindungan konsumen,” jelasnya, Sabtu (23/5/2026). (ves)

Editor : Kabun Triyatno
#Adipati Award #ekosistem #bank indonesia #pemkot solo #transaksi digital