RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali mencatatkan capaian dalam pengembangan ekonomi digital. Pemkot Solo meraih Adipati Award dari Bank Indonesia atas keberhasilan mendorong digitalisasi transaksi di berbagai sektor ekonomi di Kota Bengawan.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Dia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas sinergi yang selama ini terjalin dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis transaksi digital.
Menurut Astrid, kolaborasi tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan penggunaan transaksi non tunai di Kota Solo.
Baca Juga: Ini Penyebab Pelaku Tabrakan Beruntun yang Kabur dari Kejaran Massa di Manahan
“Pada 2026 ini tercatat sebanyak 25,1 juta transaksi QRIS di Kota Solo, meningkat 133,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Solo berkontribusi menyumbang 41,3 persen dari total transaksi di Solo Raya,” paparnya, Minggu (25/5/2026).
Tak hanya volume transaksi, pertumbuhan merchant QRIS juga meningkat pesat. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah merchant QRIS di wilayah Solo Raya kini mencapai lebih dari 640 ribu unit. Sekitar 500 ribu di antaranya berada di Kota Solo.
Angka tersebut menunjukkan masyarakat Solo semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pembayaran parkir, kuliner, hingga berbagai layanan usaha mikro dan perdagangan lainnya.
Pemkot Surakarta pun terus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital di berbagai sektor.
“Kami harap sinergi antara Pemkot Surakarta dengan Bank Indonesia dapat terus diperkuat dalam pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, hingga adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Astrid.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menjelaskan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot Surakarta dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif.
Penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian Adhikarya Fest 2026 yang mengusung transformasi pengembangan ekonomi dan keuangan digital melalui tiga program utama, yakni Adipati, Serdadi, dan Kenduren.
Menurut Dwiyanto, ketiga program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga penyedia jasa pembayaran untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di daerah.
“Adipati ini mendorong perluasan transaksi non tunai berbasis QRIS, penguatan literasi ekonomi digital, serta peningkatan kesadaran perlindungan konsumen,” jelasnya, Sabtu (23/5/2026). (ves)
Editor : Kabun Triyatno