Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Harga Plastik Mahal, Masyarakat Beralih Ke Besek Bambu Untuk Wadah Daging Kurban

Alfida Nurcholisah • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:52 WIB
Pedagang tusuk sate dan besek di Pasar Legi Solo kebanjiran orderan perlengkapan bakaran untuk mengolah daging kurban saat momentum Hari Raya Idul Adha 2026. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Pedagang tusuk sate dan besek di Pasar Legi Solo kebanjiran orderan perlengkapan bakaran untuk mengolah daging kurban saat momentum Hari Raya Idul Adha 2026. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kenaikan harga plastik membuat masyarakat mulai mencari alternatif untuk wadah daging kurban saat Hari Raya Idul Adha 2026.

Alternatifnya yakni besek dari anyaman potongan bambu. Selain itu, penjualan tusuk sate juga laris manis.

Pedagang perabotan di Pasar Legi Marmono, 55, mengaku kebanjiran orderan perlengkapan bakaran daging. Mulai dari kipas bambu, besek, dan tusuk sate.

“Biasanya yang ramai tusuk sate dan kipas. Stoknya saya tambah saat mendekati Idul Adha. Saya ambil stok dari Boyolali,” ujarnya, Selasa (26/5).

Baca Juga: Investasi Syariah Kini Lebih Mudah, BRI Gandeng Syailendra Capital di Super App BRImo

Selain itu, Marmono juga menambah stok anglo atau alat bakaran. “Anglo saya stok 700 buah, karena sudah dipesan pedagang lain. Orang yang beli eceran juga banyak yang ke sini,” bebernya.

Tak ketinggalan, besek anyaman bambu juga mulai dilirik masyarakat sebagai ganti plastik. Marmono mengaku sediakan berbagai ukuran besek, sesuai kebutuhan pembagian daging.

“Besek juga banyak pesanan. Saya ada ukuran 7 kg, 5 kg, dan 3 kg. Ada juga besek kecil ukuran 1 dan 2 kg,” imbuhnya.

Baca Juga: Studio Edukasi Dan Kolaborasi Arsitektur Hadir Di Solo, Pertama Di Jateng

Marmono mengklaim besek paling laris ukuran 5 dan 7 kg. Pembelinya dari masjid-masjid dan pondok pesantren (ponpes).

“Saya sudah ada langganan pembeli besek. Jadi stoknya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Sulasna, pembeli asal Kecamatan Baki, Sukoharjo mengaku sengaja menyetok perlengkapan bakaran untuk dijual kembali. Di kampungnya, penjualan bakaran daging laris manis saat Idul Adha.

“Beli banyak kipas dan tusuk sate untuk persiapan kurban nanti. Laris sekali, banyak yang beli. Sebenarnya stok di rumah masih ada, saya hanya beli sedikit saja,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#tusuk sate #plastik mahal #idul adha #daging kurban #Besek