RADARSOLO.COM - Kenaikan harga plastik membuat masyarakat mulai mencari alternatif untuk wadah daging kurban saat Hari Raya Idul Adha 2026.
Alternatifnya yakni besek dari anyaman potongan bambu. Selain itu, penjualan tusuk sate juga laris manis.
Pedagang perabotan di Pasar Legi Marmono, 55, mengaku kebanjiran orderan perlengkapan bakaran daging. Mulai dari kipas bambu, besek, dan tusuk sate.
“Biasanya yang ramai tusuk sate dan kipas. Stoknya saya tambah saat mendekati Idul Adha. Saya ambil stok dari Boyolali,” ujarnya, Selasa (26/5).
Baca Juga: Investasi Syariah Kini Lebih Mudah, BRI Gandeng Syailendra Capital di Super App BRImo
Selain itu, Marmono juga menambah stok anglo atau alat bakaran. “Anglo saya stok 700 buah, karena sudah dipesan pedagang lain. Orang yang beli eceran juga banyak yang ke sini,” bebernya.
Tak ketinggalan, besek anyaman bambu juga mulai dilirik masyarakat sebagai ganti plastik. Marmono mengaku sediakan berbagai ukuran besek, sesuai kebutuhan pembagian daging.
“Besek juga banyak pesanan. Saya ada ukuran 7 kg, 5 kg, dan 3 kg. Ada juga besek kecil ukuran 1 dan 2 kg,” imbuhnya.
Baca Juga: Studio Edukasi Dan Kolaborasi Arsitektur Hadir Di Solo, Pertama Di Jateng
Marmono mengklaim besek paling laris ukuran 5 dan 7 kg. Pembelinya dari masjid-masjid dan pondok pesantren (ponpes).
“Saya sudah ada langganan pembeli besek. Jadi stoknya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Sulasna, pembeli asal Kecamatan Baki, Sukoharjo mengaku sengaja menyetok perlengkapan bakaran untuk dijual kembali. Di kampungnya, penjualan bakaran daging laris manis saat Idul Adha.
“Beli banyak kipas dan tusuk sate untuk persiapan kurban nanti. Laris sekali, banyak yang beli. Sebenarnya stok di rumah masih ada, saya hanya beli sedikit saja,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto