Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Harga Beras Merangkak Naik, Penjualan Lesu

Alfida Nurcholisah • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:53 WIB
Pekerja di salah satu kios di Pasar Legi Solo sedang menata stok beras, Jumat (26/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Pekerja di salah satu kios di Pasar Legi Solo sedang menata stok beras, Jumat (26/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Harga beras di Kota Solo belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal.

Setelah merangkak naik selama dua bulan terakhir, harga beras jenis C4 kembali bertambah Rp 500 per kilogram (kg) dalam sepekan terakhir.

Lonjakan harga akibat keterlambatan panen mulai menekan daya beli masyarakat, ditandai dengan berkurangnya jumlah pembelian di tingkat eceran.

Pedagang beras eceran Pasar Legi Sri Ningsih mengatakan, harga beras C4 kini mencapai Rp 15.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp 14.500 per kg.

Baca Juga: Krisis Global, Omzet Pedagang Pasar Notoharjo Solo Anjlok

"Sudah seminggu ini naik. Beras putih naik karena panennya telat. Kalau panennya banyak biasanya harga turun. C4 yang naik karena menirnya sudah dihilangkan, jadi naik Rp 500 per kg," ujarnya, Jumat (26/6).

Menurut Sri, kenaikan harga langsung memengaruhi pola belanja masyarakat.

Konsumen tetap membeli beras karena merupakan kebutuhan pokok, tetapi jumlah yang dibeli jauh lebih sedikit dibanding biasanya.

Baca Juga: Gubernur Luthfi Dukung Rencana Rawa Pening Disulap Jadi Destinasi Wisata Air Unggulan

"Kalau harga naik begini, yang beli juga berkurang," katanya.

Sri mengaku hanya menyimpan stok sekitar dua hingga tiga kuintal untuk berbagai jenis beras.

Persediaan tersebut umumnya habis dalam waktu sekitar sepekan, meski terkadang masih menyisakan stok tergantung kondisi pasar.

Selain beras C4, ia menjual beras desa seharga Rp 13.500 per kg, beras merah Rp 17.000 per kg, serta beras Bulog kemasan lima kilogram seharga Rp 56.500.

Berbeda dengan beras putih, harga beras ketan justru turun dari Rp 22.700 menjadi Rp 22.000 per kg.

Kondisi serupa diungkapkan pedagang grosir dan eceran Pasar Legi Eni Pratiwi.

Menurutnya, tren kenaikan harga sebenarnya telah berlangsung sejak sekitar dua bulan terakhir.

Hampir setiap pengiriman, harga beras naik sekitar Rp100 per kg. 

Meski dalam sepekan terakhir sempat terkoreksi sekitar Rp100, penurunan tersebut belum cukup mengembalikan harga ke level normal.

Baca Juga: Mau KPR 40 Tahun Cicilan Mulai Rp 500 Ribuan? Cek Dulu Total Harga Rumahnya Jadi Berapa

"Selama dua bulan terakhir naik terus. Sekali kiriman bisa naik Rp100, beberapa hari kemudian naik lagi Rp100. Baru sekitar seminggu ini ada penurunan sekitar Rp100, tapi belum bisa dibilang turun karena harganya masih tinggi," ujarnya.

Saat ini harga beras C4 super masih berada di kisaran Rp 15.000 per kg, sedangkan kualitas medium Rp 14.500 per kg.

Sementara beras premium jenis Rojolele Super masih bertahan di angka Rp 17.000 per kg karena pasokannya terbatas.

Menurut Eni, harga beras baru dapat dikatakan normal apabila beras premium kembali berada di kisaran Rp 14.000 per kg.

"Kalau sekarang masih di atas Rp 15.000 per kg, berarti masih mahal. Belum bisa disebut turun," tegasnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh keterlambatan panen yang membuat pasokan gabah berkurang.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya penyerapan gabah oleh Bulog sehingga stok di penggilingan menjadi terbatas.

"Kalau Bulog menyerap banyak, gabah di selepan jadi terbatas. Akhirnya harga terus naik," ungkapnya.

Meski pasokan gabah di tingkat petani mulai membaik, dampaknya terhadap harga beras dinilai belum signifikan.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan di Pasar Legi juga sedang melambat karena bertepatan dengan masa libur sekolah dan bulan Sura yang biasanya membuat permintaan menurun.

"Biasa, kalau libur sekolah apalagi bulan Sura, jarang yang punya hajatan. Jadi penjualan memang agak sepi," ujarnya. (alf/bun)

 

Editor : fery ardi susanto
#penjualan beras #beras #harga beras #Pasar Legi Solo