Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Solo Punya Etalase Produk Lokal, Dongkrak Omzet UMKM hingga 30 Persen

Alfida Nurcholisah • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:44 WIB
Galeri UMKM kini hadir di kompleks Balai Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Galeri UMKM kini hadir di kompleks Balai Kota Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kehadiran Galeri UMKM di area Balai Kota Solo mulai menuai dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tak hanya menjadi etalase produk lokal, galeri tersebut juga mampu mendongkrak omzet pelaku usaha hingga 30 persen.

Ketua UMKM Kelurahan Tipes, Kecamatan Laweyan Madu Mastuti mengatakan, keberadaan galeri UMKM menjadi sarana promosi yang efektif bagi para pelaku usaha. 

Sebab setiap tamu yang berkunjung ke Balai Kota dapat melihat langsung berbagai produk unggulan Kota Solo seperti blangkon, kain batik, outer batik, tas, gantungan kunci hingga kuliner pasar.

Baca Juga: Beragam Aktivitas Seru Sambut Liburan Sekolah di The Sunan Hotel Solo, Ini Agenda dan Jadwalnya

"Galeri ini sangat membantu pemasaran produk. Kalau ada tamu kunjungan bisa langsung diarahkan ke galeri. Setiap UMKM juga menyediakan kartu nama dan brosur sehingga setelah pulang mereka masih bisa melakukan pemesanan melalui kontak yang tertera," ujarnya, Selasa (30/6).

Dia mengaku, produk buatannya yang dipasarkan berupa topi, bantal leher, tote bag, pouch, daster, outer batik, rompi hingga berbagai produk fesyen lainnya yang juga dipasarkan di sejumlah toko oleh-oleh di Solo. 

Menurut Madu, sejak produknya ikut dipajang di Galeri UMKM, penjualannya mengalami peningkatan.

Baca Juga: Perjuangan 20 Tahun Rosidah Bangun UMKM Gula Merah, Kini Produksi Tembus 500 Kg Berkat KUR BRI Sumenep

"Kami sangat terbantu, bisa meningkatkan penjualan produk 20 sampai 30 persen, ada juga pesenan yang masuk lewat Whatsapp," imbuhnya.

Madu berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan. Dia juga mengusulkan agar Pemkot Solo menyediakan pojok UMKM di lokasi yang lebih strategis sehingga produk lokal semakin mudah dijangkau masyarakat.

"Saya berharap ada pojok UMKM di ruang tamu atau tempat lain di luar Balai Kota yang lebih strategis agar masyarakat umum juga mudah mengakses," imbuhnya.

Sementara itu, petugas Galeri UMKM Wiwik Mukartika menjelaskan, galeri tersebut menjadi wadah memperkenalkan produk asli karya pelaku UMKM dari setiap kecamatan di Kota Solo. Produk yang dipamerkan bergantian setiap dua bulan sekali, seluruh kecamatan mendapat kesempatan yang sama.

"Tujuan utamanya memperkenalkan produk mereka. Pengunjung bisa melihat langsung, mengambil kartu nama, lalu suatu saat melakukan pemesanan kepada pemilik usahanya," jelasnya.

Menurut Wiwik, seluruh produk yang dipajang merupakan hasil karya pelaku UMKM sendiri dan telah memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dia mengungkapkan, selama hampir dua bulan galeri beroperasi, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Namun, keberadaan galeri masih perlu disosialisasikan lebih luas karena belum banyak masyarakat yang mengetahui lokasi tersebut.

Baca Juga: Harga Beras Merangkak Naik, Penjualan Lesu

"Kalau tamu yang datang ke Balai Kota banyak yang tertarik. Ke depan memang perlu lebih banyak publikasi karena masyarakat umum belum banyak yang tahu kalau galeri ini juga terbuka untuk umum," tuturnya.

Selain meningkatkan penjualan langsung, galeri juga membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM. Berbagai instansi kerap memesan suvenir maupun produk kerajinan setelah mengenal pelaku usaha melalui galeri tersebut.

"Kalau ada kebutuhan tas, kain atau cendera mata, biasanya mereka langsung menghubungi pemilik usahanya. Jadi galeri ini bisa jadi jembatan promosi dan membuka peluang pasar baru bagi UMKM," tutupnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#galeri umkm #balai kota solo #kota solo