Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Benarkah Harga Pertamax Bakal Segera Turun? Menkeu Purbaya Beri Bocoran

Syahaamah Fikria • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:20 WIB
Update harga Pertamax dan BBM nonsubsidi Pertamina di Solo per 1 Desember 2025, lengkap dengan daftar perubahan tarif terbaru.
Harga Pertamax diproyeksikan bisa turun.

RADARSOLO.COM — Kabar segar berembus bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tanah air. 

Seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah di pasar global, muncul optimisme bahwa harga Pertamax akan disesuaikan ke level yang lebih rendah dalam waktu dekat.

Sinyal positif ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. 

Baca Juga: Cek Status Desil Bansos Kemensos Juli 2026 Terbaru Lewat HP, Masuk Kategori Mana?

Menkeu meyakini bahwa penurunan harga komoditas energi ini nantinya akan membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian domestik.

Salah satunya adalah meredam laju tekanan inflasi nasional.

Menkeu Optimistis Tekanan Inflasi Segera Mereda

Tren pergerakan harga minyak mentah dunia saat ini menunjukkan grafik yang stabil melandai. 

Setelah sempat meroket melebihi angka US$ 100 per barel akibat eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, harga pasar kini mulai berangsur normal.

Baca Juga: Bocoran Gaji Mufli Budi Ananda Sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, Berapa Kali Lipat Dibandingkan Jadi Asisten Raffi Ahmad?

Berdasarkan data terkini per Rabu (1/7/2026), minyak mentah jenis Brent kini diperdagangkan di posisi US$ 72,08 per barel, sementara jenis WTI bertengger di kisaran US$ 68,89 per barel.

"Saya harap setelah harga minyak dunia turun pelan-pelan, harga Pertamax juga saya yakin akan ikut turun secara bertahap. Hal ini tentu akan membuat tekanan terhadap inflasi kita segera berkurang," ujar Purbaya.

Menkeu menerangkan, gejolak inflasi yang terjadi belakangan ini dipicu oleh faktor temporer (volatile goods), seperti fluktuasi harga energi dan bahan pangan, bukan karena lonjakan permintaan (demand) masyarakat yang tidak terkendali. 

Hal ini tercermin dari angka inflasi inti (core inflation) yang masih sangat aman dan terkendali di level 2,76%.

Catatan Inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS)

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada hari yang sama, Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional mengalami kenaikan dari angka 111,40 pada Mei 2026 menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Baca Juga: Gara-Gara Korsleting Listrik, Rumah Kontrakan Di Mojolaban Sukoharjo Ludes Terbakar

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa kondisi ini mencerminkan terjadinya inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,44% pada Juni 2026. 

Sementara itu, untuk laju inflasi tahunan (year-on-year) tercatat berada di angka 3,34% dan inflasi tahun kalender (year-to-date) menyentuh 1,79%.

Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Sudah Turun Duluan

Meskipun harga Pertamax masih dalam tahap evaluasi dan diproyeksikan turun secara berkala, PT Pertamina Patra Niaga sebenarnya sudah mengambil langkah progresif dengan memangkas harga sejumlah produk BBM nonsubsidi varian lainnya. 

Baca Juga: Cara Cek Status Penerima Bansos Kemensos Juli 2026 Terbaru via HP, Cukup Pakai NIK KTP

Kebijakan penurunan harga ini resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.

Berikut adalah rincian penyesuaian harga terbaru untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi Pertamina:

Pertamax Turbo: Mengalami penurunan sebesar Rp1.450 per liter, dari harga sebelumnya Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.

Pertamina Dex: Mengalami pemotongan paling signifikan sebesar Rp3.650 per liter, dari semula Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

Dexlite: Turun sebesar Rp3.300 per liter, dari harga lama Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1: Andy Setyo Tinggalkan PSIM Jogja, Kini Resmi Gabung ke Klub Liga 2

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menegaskan, perubahan harga berkala ini dilakukan dengan mempertimbangkan banyak aspek penting.

Mulai dari tren harga minyak internasional, kondisi anggaran negara, hingga daya beli riil masyarakat. 

Langkah ini juga berjalan sesuai dengan koridor hukum dan regulasi yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah.

Editor : Syahaamah Fikria
#pertamina #bbm nonsubsidi #inflasi #harga pertamax #pertamax