RADARSOLO.COM – Harga telur ayam di pasar tradisional di Kota Solo kini berangsur normal.
Sempat anjlok jadi Rp 19 ribu per kilogram (kg), harga telur kini normal di angka Rp 21 ribu per kg.
Sayangnya, fenomena ini justru membuat pedagang enggan menyetok telur dalam jumlah besar.
Pedagang telur ayam di Pasar Legi Solo Anik mengaku, saat harga sempat anjlok dia pilih mengurangi stok barang. Jika biasanya stok 50 kotak, dikurangi jadi 40 kotak per hari.
Anik mengaku konsumennya mayoritas pedagang kelontong. Saat harga telur ayam berangsur normal, jumlah pembeli ikut terdongkrak.
“Kalau harga mulai stabil, banyak yang beli. Kalau harga turun, justru mereka takut beli. Soalnya kalau terlanjur beli banyak, nanti harga semakin anjlok, malah rugi,” ujarnya, Selasa (6/7).
Pedagang lainnya Sandi Setiawan mengaku, turunnya harga telur dipengaruhi terjadi liburan sekolah yang dibarengi berhentinya program makan bergizi gratis (MBG). Alhasil stok di gudang menumpuk.
Baca Juga: Rangkuman Pergerakan Harga Emas Antam Selama Sepekan Ini, Grafik Menanjak di Awal Juli
“Baru tahun ini turun sampai Rp 19 ribu per kg. Biasanya kalau turun paling Rp 21 ribu per kg. Harga normalnya Rp 22 ribu-Rp 23 ribu per kg,” bebernya.
Sandi mengaku semringah saat harga telur murah. Sebab konsumennya rata-rata kalangan rumah tangga.
“Kalau pas harga murah, banyak ibu-ibu yang beli telur ayam buat dikonsumsi sendiri. Tapi kalau pedagang, mereka takut membeli saat harga anjlok. Takut rugi dan tidak laku,” imbuhnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto