Investasi Rp1,2 Triliun Masuk Brebes, Peternakan Sapi Perah Terbesar Se-Asean Mulai Dibangun

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:24 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM - Peternakan sapi perah terpadu berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor mulai dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pembangunan fasilitas yang dikelola oleh PT Global Dairi Bersama tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking), Senin (20/7/2026).

Acara peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri.

Peternakan terpadu yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare tersebut nantinya akan diisi sekitar 30.000 ekor sapi perah.

Baca Juga: Sukoharjo Spektakuler Run 2026 Jadi Magnet Baru Sport Tourism Jateng, Gubernur Luthfi: Aktif Gerakkan UMKM Daerah

Kawasan ini dibangun lengkap dengan fasilitas pengolahan susu, pengolahan limbah kotoran menjadi biogas dan pupuk, hingga sentra pakan ternak.

Nilai investasi peternakan sapi perah terpadu tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

"Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jadi Jawa Tengah akan lebih swasembada pangan terkait dengan produksi susu. Apalagi didukung juga oleh Menteri Pertanian," kata Gubernur Ahmad Luthfi usai acara.

Luthfi menjelaskan bahwa investasi besar ini akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat industri persusuan nasional.

Saat ini populasi sapi perah di Jawa Tengah tercatat sekitar 77.566 ekor dengan produksi susu berkisar 78.465 ton per tahun.

Baca Juga: Perkuat Program Kecamatan Berdaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lepas 4.000 Mahasiswa KKN Undip

Sementara itu, tingkat kebutuhan susu di Jawa Tengah mencapai sekitar 94.730 ton per tahun.

"Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. Jadi selama ini kita masih membutuhkan susu hampir sekitar 22 ribu ton per tahun, itu masih kita ambil dari provinsi lain. Kalau nanti ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya," jelasnya.

Luthfi menambahkan bahwa kehadiran PT Global Dairi Bersama membuktikan bahwa Jawa Tengah kian diminati para investor karena kondusivitas wilayah, perizinan yang mudah, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

"Jadi, Jawa Tengah sekarang sedang menjadi pusatnya investasi. Baik itu industri padat karya maupun padat modal. Nah, (peternakan) ini termasuk padat modal, satu sisi mengembangkan investasi yang besar sekali, sisi lainnya memberdayakan masyarakat sekitar," ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Bangkitkan Olahraga Tinju Jawa Tengah Lewat Kejuaraan Nasional

CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri menyampaikan bahwa groundbreaking dan pendirian PT Global Dairi Bersama merupakan wujud komitmen nyata untuk mendukung upaya pemerintah dalam merealisasikan swasembada susu nasional.

Dari 30 ribu ekor sapi perah yang diproyeksikan, fasilitas ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton susu segar per tahun.

"30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%," kata Ihsan Mulia Putri.

Ia menambahkan, pihak PT Global Dairi Bersama nantinya akan menjalin skema kemitraan langsung dengan para petani dan peternak di wilayah sekitar.

Terdapat tiga bentuk kemitraan yang disiapkan, yakni kemitraan sapi pejantan untuk sapi pedaging, kemitraan sapi perah yang menghasilkan di bawah 15 liter per hari untuk dikelola masyarakat dengan hasil susu dijual ke peternakan, serta kemitraan untuk produksi pasokan pakan.

Baca Juga: Alhamdulillah, 2.596 Warga Klaten Mentas dari Status Kemiskinan, Gubernur Luthfi: Mereka Sudah Bisa Berdiri Sendiri

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebutuhan susu nasional terus melonjak seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.

Ia terus mendorong Jawa Tengah agar mampu mencapai swasembada pangan, khususnya pada komoditas susu guna menopang kebutuhan nasional secara berkelanjutan. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
peternakan sapi perah terbesar se-asean pt global dairi desa karangbale kecamatan larangan kabupaten brebes Gubernur Jateng Ahmad Luthfi