SOLO – Harga ayam potong di Pasar Gede Solo kembali merangkak naik, seiring dimulainya kembali program makan bergizi gratis (MBG) setelah libur sekolah berakhir.
Dalam dua pekan terakhir, harga ayam yang sempat turun hingga Rp 30 ribu per kilogram kini kembali berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram.
Pedagang menilai kenaikan tersebut bukan hal baru. Pola serupa disebut hampir selalu terjadi ketika distribusi MBG kembali berjalan setelah jeda libur sekolah.
Pedagang ayam potong Pasar Gede Hartiningsih mengatakan, harga mulai bergerak naik sejak sekira 10 Juli.
Baca Juga: Gara-Gara Hentikan Pulbaket MBG, Kejari hingga Kejagung Digugat ke PN Solo
Sebelumnya, selama masa liburan sekolah, harga ayam sempat bertahan di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram.
"Pas libur sekolah harganya sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. Sekarang sudah Rp 35 ribu. Mulai naik lagi sekitar tanggal 10 Juli," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (20/7).
Hal senada disampaikan pedagang lain Sularni.
Menurutnya, harga ayam saat ini yang berkisar Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram sebenarnya merupakan harga normal sebelum masa libur sekolah.
Baca Juga: 9 Dapur MBG Disorot, Wali Kota Solo: Jangan Main-Main dengan Nyawa Warga
Dia mengamati, ketika distribusi MBG dihentikan sementara selama liburan, sejumlah komoditas pangan ikut mengalami penurunan harga.
"Kalau MBG libur, bukan cuma ayam. Telur puyuh sama sayur juga turun. Begitu MBG mulai jalan lagi, harganya kembali normal," ujarnya.
Meski melihat pola tersebut, Sularni mengaku tidak bisa memastikan apakah kenaikan harga sepenuhnya dipicu oleh kebutuhan Program MBG.
Sebab, pedagang hanya mengikuti harga yang ditetapkan peternak atau pemasok.
Menurutnya, permintaan ayam tetap tinggi sehingga penjualan tidak mengalami penurunan berarti meski harga naik.
"Penjualan enggak terlalu ngaruh. Paling pembeli protes sedikit karena harga naik. Memang harga ayam potong itu bisa berubah hampir setiap hari mengikuti harga dari pemasok," katanya.
Sularni menambahkan, kondisi berbeda terjadi pada ayam kampung. Harga komoditas tersebut relatif stabil di kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per ekor dan tidak mengalami fluktuasi setajam ayam potong. (alf/bun)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo