Dari Dapur Rumah hingga Tembus Ekspor: Kisah Lince Sulastri Kembangkan Camilan Sehat Sahate Lewat LinkUMKM BRI

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 22:24 WIB
Memanfaatkan bahan dasar beras, Lince mengembangkan varian keripik dan aneka kue kering bebas gluten (gluten-free) serta rendah gula, dengan tetap mempertahankan cita rasa gurih dan renyah.  (DOK.BRI)
Memanfaatkan bahan dasar beras, Lince mengembangkan varian keripik dan aneka kue kering bebas gluten (gluten-free) serta rendah gula, dengan tetap mempertahankan cita rasa gurih dan renyah.  (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM— Di tengah situasi pandemi Covid-19, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi makanan sehat, Lince Sulastri melihat sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.

Berawal dari dapur rumahnya di Kota Bandung, ia mulai berinovasi menciptakan produk camilan sehat yang lezat hingga resmi meluncurkan merek "Sahate" pada tahun 2022.

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon dan Cegah Abrasi, BRI Peduli Gandeng Petani Karawang Tanam Puluhan Ribu Mangrove

Memanfaatkan bahan dasar beras, Lince mengembangkan varian keripik dan aneka kue kering bebas gluten (gluten-free) serta rendah gula, dengan tetap mempertahankan cita rasa gurih dan renyah. 

Usaha rumahan yang semula berskala kecil tersebut secara bertahap mulai dikenal publik.

Ditandai dengan peningkatan jumlah pelanggan berulang dan volume pesanan.

Seiring pertumbuhan usahanya, Lince menyadari pentingnya pemahaman pasar dan perluasan jaringan bisnis.

Langkah strategis ia ambil pada tahun 2024 dengan bergabung ke platform pemberdayaan milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

“Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha,” ungkap Lince Sulastri.

Bagi Lince, LinkUMKM BRI berfungsi sebagai wadah pembelajaran, tempat membangun jejaring, serta sarana bertukar pengalaman antar sesama pelaku usaha.

Baca Juga: Tembus Medan Pegunungan Toraja Utara, Mantri BRI Elce Putri Buka Akses Keuangan Warga Desa

Melalui program pelatihan dan pendampingan yang disediakan platform tersebut, Lince melakukan pembenahan manajerial usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran.

Di samping pengembangan produk, pemanfaatan teknologi digital turut diterapkan pada operasional harian Sahate guna mendukung efisiensi transaksi keuangan.

“Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Gelar Kegiatan Edukatif di 6 Sekolah Dasar

"Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas,” imbuh  Lince.

Dampak dari transformasi tersebut mulai terlihat pada kinerja usaha.

Produk keripik beras Sahate kini menjadi komoditas unggulan yang dipasarkan melalui berbagai saluran.

Mencakup marketplace, pameran, hingga jaringan kemitraan di sejumlah daerah.

Langkah ekspansi Sahate terus berlanjut. Produk Sahate dilaporkan telah lolos proses kurasi untuk peluang penetrasi pasar internasional ke Denmark dan Hong Kong.

Saat ini, Lince tengah mempersiapkan perolehan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai pemenuhan standar pasar global.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan bisnis Sahate merupakan contoh nyata pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan program pendampingan secara optimal.

Baca Juga: Pelatihan Ekspor BRI Peduli Bantu UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Spanyol dan Amerika Serikat

“Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang," terangnya. 

"Melalui LinkUMKM, BRI membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Dhanny. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
sahate BRI BBRI LinkUMKM