Tingkatkan Kapasitas Usaha Peternak Sapi Perah di Malang, BRI Peduli Gulirkan Program Klaster Unggulan

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:56 WIB
 Kelompok Ternak Sumber Karanglo mengelola lebih dari 58 ekor sapi.
Kelompok Ternak Sumber Karanglo mengelola lebih dari 58 ekor sapi.

 

RADARSOLO.COM –  Di wilayah Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sektor peternakan sapi perah menjadi salah satu tumpuan ekonomi warga setempat. 

Kehadiran Kelompok Ternak Sumber Karanglo yang berdiri sejak Oktober 2020 menjadi sarana wadah bersama bagi para peternak dalam mengolah serta memajukan usaha peternakan mereka.

Rendy Hertanto, salah satu anggota kelompok, bersama para peternak lain secara konsisten menjalankan peternakan sapi perah yang berfokus pada komoditas susu segar. 

Baca Juga: Terjang Ombak Demi Nasabah, Kisah Mantri BRI Buka Akses Finansial hingga Perbaiki Nasib Nelayan Pulau Seram

Lewat wadah kelompok ini, mereka terus berupaya menggenjot kualitas serta nilai tambah dari hasil panen susu harian.

Saat ini, Kelompok Ternak Sumber Karanglo mengelola lebih dari 58 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi harian melampaui 400 liter susu segar. 

Guna menjaga kualitas dan kesehatan hewan ternak, edukasi teknis serta pemberian vaksinasi rutin berkala terus dilakukan.

Baca Juga: Tiket Umum Sold Out 1 Jam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra via BRImo

Kendati menunjukkan potensi positif, perjalanan peternakan ini bukannya tanpa hambatan. 

Para peternak kerap menjumpai berbagai tantangan operasional. 

Pengolahan yang sebagian besar masih dikerjakan secara manual membuat kapasitas serta efisiensi kerja kurang optimal.

 

Di samping itu, jangkauan pemasaran produk tergolong masih sempit. 

Urusan kelengkapan legalitas izin usaha dan produk juga masih berjalan bertahap, ditambah keterbatasan permodalan yang menghambat rencana ekspansi produksi maupun cakupan pasar.

"Proses produksi yang masih manual membuat kapasitas dan efisiensinya terbatas. Pemasaran produk juga belum luas. Legalitas perizinan usaha dan produk masih berproses. Selain itu, permodalan yang terbatas menjadi kendala untuk memperluas produksi serta pemasaran," jelas Rendy.

Baca Juga: Mampu Produksi 500 Kg Per Hari, UMKM Gula Merah Khas Sumenep Tembus Pasar Madura Berkat Dukungan KUR BRI

Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Ternak Sumber Karanglo mengambil langkah bergabung dalam Program Klaster Unggulan besutan BRI Peduli. 

Melalui sinergi ini, para peternak mendapatkan pendampingan terpadu guna mendongkrak skala bisnis serta mengoptimalkan potensi lokal yang ada.

"Kami memperoleh edukasi cara mengolah susu menjadi produk turunan bernilai jual tinggi, seperti susu pasteurisasi, keju, dan yoghurt, yang berdampak pada potensi kenaikan pendapatan. Dukungan sarana prasarana yang diberikan juga membuat pengerjaan olahan susu lebih higienis, efisien, serta mampu menambah volume hasil produksi," ungkap Rendy.

Baca Juga: Pacu Transformasi Digital Ekosistem Danantara, Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen pada Triwulan I 2026

Tidak cuma menyasar sisi produksi, Program Klaster Unggulan turut memfasilitasi pengurusan perizinan edar olahan susu. 

Edukasi strategi pemasaran hingga digital marketing pun diberikan agar produk turunan susu ini makin berdaya saing dan merambah pasar yang lebih luas lewat platform digital.

Rangkaian pembinaan tersebut menjadi fondasi penting bagi kelompok ternak untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan. 

 

Langkah ini tidak hanya mendongkrak mutu produk, tetapi juga membuka peluang menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

"Program ini benar-benar membantu mengerek kualitas usaha serta kesejahteraan warga. Kami sangat terbantu lewat bimbingan, Bantuan alat, dan pendampingan yang diberikan. Harapannya BRI Peduli bisa terus hadir memberikan dampak positif bagi masyarakat luas," pungkas Rendy.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI Peduli sebagai wadah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senantiasa mendukung pemberdayaan kelompok usaha berbasis potensi daerah agar dapat tumbuh dan mandiri secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah hingga Tembus Ekspor: Kisah Lince Sulastri Kembangkan Camilan Sehat Sahate Lewat LinkUMKM BRI

Dalam program ini, BRI menyerahkan bantuan alat usaha untuk mendorong efektivitas kerja, peningkatan mutu produk, serta membuka akses pasar yang lebih lebar. 

Rangkaian pelatihan diselenggarakan demi mengasah keterampilan Klaster Usaha dalam hal tata kelola produksi hingga strategi penjualan.

Guna memaksimalkan penggunaan alat kerja yang telah disalurkan, pelatihan yang diberikan mencakup materi digital marketing, kemasan dan perizinan, teknik pengolahan produk, hingga pembuatan rekening transaksi serta fasilitas QRIS.

“Kisah Kelompok Ternak Sumber Karanglo merupakan bukti nyata manfaat Program Klaster Unggulan BRI Peduli. Pendampingan yang dihadirkan tak sekadar memperkuat kapasitas produksi dan mutu produk, namun juga membuka jalan bagi kelompok untuk berkembang berkelanjutan serta membawa dampak ekonomi positif bagi warga sekitar,” tegas Dhanny.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, Program Klaster Unggulan BRI Peduli tercatat telah memberdayakan 37 kelompok usaha yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

Serta menyalurkan 32 jenis modul pelatihan dan 375 unit sarana pendukung produksi.

Editor : Syahaamah Fikria
Klaster Unggulan BRI Pemberdayaan Kelompok Usaha BRI Peduli BBRI