Ubah Keresahan Bumbu Impor Jadi Peluang, Rabundo Bawa Bumbu Rendang Autentik Tembus Pasar Nasional Bersama BRI

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:38 WIB
Rabundo tumbuh menjadi bukti nyata bahwa semangat UMKM yang didampingi secara tepat mampu menembus pasar yang luas. (DOK.BRI)
Rabundo tumbuh menjadi bukti nyata bahwa semangat UMKM yang didampingi secara tepat mampu menembus pasar yang luas. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM-Sebuah keresahan sederhana menjadi titik awal lahirnya Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang asal Lampung Selatan yang kini berhasil menembus pasar nasional.

Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Nusantara, Rabundo tumbuh menjadi bukti nyata bahwa semangat UMKM yang didampingi secara tepat mampu menembus pasar yang luas.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Usaha Peternak Sapi Perah di Malang, BRI Peduli Gulirkan Program Klaster Unggulan

Usaha yang didirikan oleh Tika Hayana pada tahun 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan ini lahir dari pengalaman yang mulanya dianggap sepele.

"Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga," ungkap Tika.

Sebagai keturunan asli Minangkabau, pemandangan tersebut meninggalkan pertanyaan besar dalam benak Tika.

Mengapa salah satu ikon kuliner tersohor Indonesia justru lebih banyak diproduksi oleh pihak luar.

Keresahan tersebut lantas berubah menjadi tekad kuat untuk memproduksi bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing ketat di pasar.

Namun, membangun bisnis dari nol bukanlah perkara mudah.

Selain menjaga keautentikan cita rasa rendang, Tika harus merancang identitas produk, strategi pemasaran, hingga pemenuhan standar legalitas usaha.

Baca Juga: Terjang Ombak Demi Nasabah, Kisah Mantri BRI Buka Akses Finansial hingga Perbaiki Nasib Nelayan Pulau Seram

Di tengah proses pengembangan bisnisnya, hubungan Tika dengan BRI sebenarnya telah terjalin sejak 2023 sebagai nasabah.

Saat Rabundo resmi beroperasi pada 2025, ia kemudian memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk memperlancar transaksi operasional usaha.

Kehadiran transaksi digital QRIS BRI membantu Rabundo melayani pembayaran pelanggan secara lebih praktis, cepat, dan aman, yang menjadi salah satu faktor kunci dalam efisiensi operasional usaha.

Dukungan BRI berlanjut saat Tika, atas rekomendasi sesama pelaku UMKM, bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk memperoleh pendampingan bisnis yang komprehensif.

Baca Juga: Tiket Umum Sold Out 1 Jam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra via BRImo

"Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota," terang Tika. 

"Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar," lanjutnya.

Melalui pendampingan di Rumah BUMN BRI, Rabundo memperoleh pelatihan peningkatan kapasitas usaha, pengurusan legalitas, hingga kesempatan promosi.

"Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis," jelasnya.

Bagi Tika, bantuan legalitas, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi pijakan vital agar produknya mampu memenuhi standar ritel modern.

Ia pun optimistis Rabundo terus berkembang pesat tanpa mengikis identitas utamanya.

"Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun," tegas Tika.

Berkat kerja keras dan pendampingan berkelanjutan, Rabundo kini telah mempekerjakan tiga orang karyawan.

Produk unggulannya, yakni bumbu rendang instan, telah dipasarkan melalui berbagai jaringan ritel modern di Kota Bandar Lampung serta marketplace digital yang menjangkau konsumen di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ika Yuanita Sukses Kembangkan Kopi Kingkaf: Bangkit Lewat Reseller dan Rumah BUMN BRI Semarang

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa melalui Rumah BUMN, BRI berkomitmen menghadirkan wadah bagi pelaku UMKM untuk belajar, memperluas jejaring, serta mengakses berbagai peluang pengembangan bisnis.

“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas," jelas Akhmad. 

"Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
Transaksi BR BRI BBRI rumah bumn bri Pemberdayaan UMKM