RADARSOLO.COM - Di balik keindahan alam bawah laut Kepulauan Wakatobi, tersimpan perjuangan insan perbankan dalam menjaga stabilitas roda ekonomi masyarakat di perbatasan negeri.
Kisah inspiratif tersebut hadir dari Wa Ode Sitti Rahmatiah Jufri, atau yang akrab disapa Titin, seorang Mantri BRI dari Unit Wangi-Wangi, Kantor Cabang BRI Baubau.
Sebagai garda terdepan literasi dan inklusi keuangan, Titin yang dimutasi sejak Januari 2024 harus mengampu wilayah kerja ekstrem mencakup sembilan desa di Pulau Kaledupa.
Untuk menuntaskan tugasnya, ia rutin menyeberangi lautan lepas dari ibu kota kabupaten di Wangi-Wangi.
Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan menumpangi kapal fiber atau speedboat memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit.
Namun, saat cuaca buruk, perjalanan melintasi lautan dapat membengkak lebih dari dua jam di tengah gempuran gelombang.
“Salah satu pengalaman yang paling melekat dalam ingatan saya adalah saat ia harus menyeberang pada musim ombak besar sekitar bulan Januari atau Februari," ujar Titin.
"Saat itu, cuaca mendadak gelap dan tidak ada satu pun kapal reguler yang berani mengambil risiko untuk menyeberang. Namun, karena komitmen saya terhadap nasabah, saya harus mencari cara lain untuk pulang. Akhirnya, kami menyewa 'body batang' (perahu kecil bermesin) milik suku Bajo," lanjutnya.
Titin bersama lima penumpang lainnya nekat menembus lautan yang sedang bergejolak hingga harus berhadapan langsung dengan gelombang setinggi empat meter selama hampir tiga jam.
Baca Juga: Dukung Optimalisasi Kas Negara, BRI Siap Perkuat Penyaluran Kredit Sektor Riil dan UMKM
"Lailahaillallah, itu kalau kita sudah di atas ombak, kita lihat ke bawah itu tinggi sekali. Kita dikasih naik, lalu turun lagi ke bawah, dan sekeliling kita itu cuma ada air," tuturnya.
Motivasi utama Titin bertahan di wilayah kerja bersuhu ekstrem tersebut adalah dorongan untuk membantu ekonomi warga Kaledupa yang bergantung pada komoditas rumput laut dan kopra.
Ketika musim ombak besar merusak budidaya rumput laut, masyarakat beralih memproduksi kopra.
Melihat kondisi tersebut, Titin hadir tidak hanya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal kerja, tetapi juga menjembatani nasabah dengan pembeli kopra langsung memanfaatkan data klaster pengusaha yang dimiliki BRI.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Dunia, BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026
"Namanya kita di BRI kan ada data klaster pengusaha. Jadi saya bantu pertemukan dengan pembelinya langsung agar mereka tidak kesulitan menjual hasil buminya,” jelas Titin.
Tantangan di Pulau Kaledupa juga hadir dalam bentuk keterbatasan infrastruktur digital.
Meski sebagian area tergolong blank spot, BRI berhasil mengaktifkan enam agen BRILink aktif, di mana empat di antaranya berlokasi di desa yang memiliki jangkauan internet memadai.
Di samping itu, Titin gencar mengedukasi warga terkait penggunaan aplikasi transaksi digital BRImo untuk membayar tagihan, pengiriman dana pendidikan anak di luar daerah, hingga transaksi usaha.
Pendekatan jemput bola yang dilakoni Titin terbukti mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejak ia bertugas, jumlah nasabah di wilayah Pulau Kaledupa melonjak signifikan hingga sekitar 70 persen, dari semula 100 nasabah menjadi hampir 300 nasabah.
Sebagai Mantri perempuan pertama yang ditempatkan di kawasan kerja ekstrem Kaledupa—yang sebelumnya selalu diisi oleh petugas pria—Titin membuktikan bahwa gender bukan batasan untuk memberikan kinerja optimal.
"Jangan pilih-pilih tempat kerja, jangan pilih-pilih wilayah. Kita harus kuat, karena banyak orang di luar sana yang menggantungkan kelangsungan usahanya pada kita," pesan Titin kepada sesama Mantri BRI di seluruh Indonesia.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengapresiasi tinggi dedikasi Wa Ode Sitti Rahmatiah Jufri sebagai representasi nyata komitmen BRI dalam melayani hingga pelosok terluar Indonesia.
“Melalui tangan dingin para Mantri seperti Titin, BRI tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga menyemai harapan dan memastikan bahwa setiap warga negara, tak peduli seberapa jauh mereka berada di kepulauan, memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh secara ekonomi," kata Dhanny.
Dedikasi tanpa batas ini adalah bukti bahwa pelayanan setulus hati bisa menembus ombak setinggi empat meter sekalipun,” pungkasnya. (wa)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : BRI