RADARSOLO.COM-Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Pemprov Jateng di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026), berhasil mencatatkan potensi investasi senilai Rp19,07 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyampaikan, forum ini diikuti sekitar 400 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perbankan, hingga calon investor domestik dan mancanegara.
“Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri,” ujar Sakina, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Hadiri Harmony of Java 2026, Gubernur Luthfi Ungkap Angka Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen
Rangkaian CJIBF 2026 menghasilkan 74 one-on-one meeting dari 36 pelaku usaha serta penandatanganan Letter of Intent (LoI) investasi PMA/PMDN.
Beberapa komitmen investasi tersebut di antaranya:
-
PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung: Rencana investasi Rp8,75 triliun.
-
PT Yosun Tire and Rubber Indonesia (China): Investasi Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.
-
PT Hyrecmas Garam Nusantara: Rencana investasi Rp681,84 miliar.
-
PT Cipta Kreasi Wisata: Rencana investasi Rp200 miliar.
-
PT Hailex Technology Indonesia: Rencana investasi Rp175 miliar.
-
PT Energy International: Kerja sama Waste to Energy bersama tujuh kabupaten/kota di Jateng.
Baca Juga: Atasi Defisit 100 Ribu Liter Susu Per Hari, Gubernur Jateng Rancang Kemitraan Inti-Plasma di Brebes
Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia, Ian Betts, memuji kesiapan ekosistem investasi hijau serta kehadiran kawasan ekonomi khusus di Batang dan Kendal.
“Saya tertarik dengan Batang dan Kendal karena keduanya terhubung dengan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Bagi saya, kawasan seperti itu lebih mudah dipromosikan kepada investor asing,” ungkap Ian Betts.
Jaminan Gubernur dan Integrasi Rantai Pasok UMKM
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kepastian hukum, penyediaan lahan, hingga keamanan bagi para investor.
“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” kata Luthfi, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Tangani Kemarau Panjang di Jateng, Gubernur Luthfi Salurkan 8,8 Juta Liter Air Bersih
Gubernur menambahkan, masuknya industri skala besar akan diintegrasikan dengan keberadaan 4,2 juta UMKM mikro di Jawa Tengah agar dapat terlibat dalam rantai pasok industri.
“Yang dibutuhkan bukan hanya permodalan dan pemasaran, tetapi bagaimana usaha mikro bisa naik kelas menjadi kecil atau menengah,” jelasnya.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen turut mengapresiasi keunggulan daya saing Jawa Tengah yang telah ditopang oleh dua kawasan ekonomi khusus dan tujuh kawasan industri berfasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). (wa)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Pemprov Jateng