RADARSOLO.COM - Kerajinan dan batik tulis Solo siap tembus pasar internasional dalam Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta, 14 Oktober mendatang.
Nantinya, pelaku usaha lokal akan ditemukan dengan sekira 8.045 buyers lintas negara.
Seperti disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widyastuti di Kampung Batik Kauman, Jumat sore (4/9).
Usai melihat proses pembuatan batik di Kampung Batik Laweyan dan Kauman, Roro mengaku optimistis TEI bisa menjembatani pelaku usaha dengan buyer dari berbagai negara.
Menurutnya, TEI menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor.
Baca Juga: Wamendag Roro Blusukan Pasar Nusukan Solo, Cabai Rawit Tembus Rp 60 Ribu
Pada penyelenggaraan sebelumnya, TEI mencatat transaksi sekira USD 22,8 miliar.
Angka ini melibatkan sekira 8.045 buyers dari berbagai negara.
“Pada intinya, kami ingin hadir memfasilitasi para pelaku usaha agar bisa dipertemukan dengan buyer dari luar negeri. Jadi, nanti ada proses bisnis pitching dan bisnis matching-nya. Kita punya jaringan di 33 negara dalam bentuk atase perdagangan,” jelasnya.
Kunjungannya ke Solo tersebut sebagai metode jemput bola, sekaligus mengapresiasi para perajin batik di Laweyan dan Kauman.
“Kami dari Kementerian Perdagangan sengaja menjemput bola. Saya kepengin melihat secara langsung bagaimana produk-produk unggulan Indonesia dibuat,” imbuhnya.
Roro berharap TEI menjadi ajang menjemput rezeki bagi para perajin Kota Solo.
Rencananya, TEI 2026 ingin membawa buyers sebanyak-banyaknya.
“Kemarin saya sudah rapat bersama tim. Kami targetkan masing-masing harus membawa buyers sebanyak-banyaknya untuk hadir di Trade Expo. Mudah-mudahan TEI ini menjadi ajang untuk menjemput rezeki,” bebernya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengaku delapan produk lokal akan diboyong ke Jakarta. Mayoritas produk batik.
Selain membuka peluang usaha bagi perajin lokal, Astrid ingin memastikan pelestarian batik tulis tetap eksis di kancah global.
Baca Juga: September Save More, Stay More di ASTON Solo Hotel: Diskon 20 Persen dan Gratis Late Check-Out
“Ada delapan produk dari Solo yang akan tampil di Trade Expo Indonesia. Ada kerajinan juga, tapi mayoritas batik. Karena kami ingin fokus pada pelestarian batik tulis,” kata Astrid.
Menurutnya, TEI merupakan salah satu bentuk dukungan Kemendag yang pintu bagi pemerintah daerah.
Ia berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan transaksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem perajin batik di Kota Solo.
“TEI menjadi peluang penting bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan produk handmade. Terutama batik yang menjadi bagian dari kultur asli Solo,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo