Ciptakan Generasi Melek Finansial, BRI Bagikan Tiga Fondasi Utama Pengelolaan Keuangan Bagi Anak Muda

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:14 WIB
BRI memperluas edukasi literasi keuangan bagi kalangan muda.
BRI memperluas edukasi literasi keuangan bagi kalangan muda.

 

RADARSOLO.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk konsisten memperluas edukasi literasi keuangan bagi kalangan muda guna makin terampil dalam merencanakan pendapatan, mengumpulkan aset, hingga merancang kemandirian finansial masa depan di tengah gempuran kemudahan transaksi digital.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyoroti bahwa ujian utama pemuda zaman sekarang tidak berhenti pada cara menghasilkan uang, melainkan pada kecakapan mengelolanya secara bijaksana di tengah pesatnya tren gaya hidup serta kemudahan belanja daring

“Di BRI, kami percaya bahwa literasi keuangan sebaiknya diberikan bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri. Sehingga ketika mulai bekerja dan memperoleh penghasilan, mereka sudah memahami bagaimana mengalokasikannya, mulai dari kebutuhan, dana darurat, tabungan dan investasi, hingga lifestyle,” papar Achmad dalam kegiatan Lampung Financial Festival 2026, Minggu (6/9/2026). 

Baca Juga: Dorong UMKM Tembus Pasar Global, BRI Raih Penghargaan Niaga Werdhitama dari BPSDM Kemendag

Menurutnya, pola finansial yang sehat berakar pada prinsip sederhana. Yakni menyisihkan sebagian pendapatan di awal waktu, bukan sekadar menyisa-nyisakan sisa uang di penghujung bulan. 

Lewat rumus ini, kaum muda terlatih menentukan urutan prioritas sebelum menyalurkan dana untuk hasrat konsumtif maupun hiburan.

Lebih lanjut, Achmad membeberkan tiga fondasi finansial krusial yang patut dipupuk sejak dini, yakni financial discipline (kedisiplinan finansial), financial knowledge (pengetahuan finansial), serta financial growth mindset (pola pikir pertumbuhan finansial).

Baca Juga: Perkuat Hubungan Industrial Harmonis, BRI dan Serikat Pekerja Resmi Penandatanganan PKB 2026–2028

Financial discipline diawali dengan kecakapan membatasi pengeluaran, menyisihkan dana di awal, hingga menyiapkan tabungan darurat. 

Sementara financial knowledge meliputi penguasaan seputar produk tabungan, instrumen investasi, asuransi proteksi, hingga fasilitas kredit beserta penimbangan untung-ruginya.

Di sisi lain, financial growth mindset memacu anak muda agar tak sekadar fokus mencari uang untuk hari ini, melainkan berpikir strategis bagaimana uang tersebut diputar untuk memupuk aset berharga jangka panjang.

 

“Semakin awal kita mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding. Karena itu, membangun kebiasaan finansial yang baik sejak dini menjadi penting untuk mempersiapkan masa depan,” urainya.

Guna menyokong kebiasaan positif tersebut, BRI menyiagakan ekosistem digital pendukung, salah satunya lewat super apps BRImo yang merangkum seluruh urusan perbankan dalam satu genggaman.

“Teknologi jangan hanya dimanfaatkan untuk mempermudah spending. Gunakan kemudahan digital untuk membantu kita lebih disiplin dalam mengatur keuangan, menabung, berinvestasi, serta mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan,” tutur Achmad.

Baca Juga: BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun hingga Triwulan II 2026, Kredit UMKM Tembus Rp1.235,4 Triliun

Di samping itu, maraknya kejahatan siber membuat Achmad mewanti-wanti pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan keuangan (financial scam). 

Ia mengajak publik menerapkan rumus "Stop, Check, Verify".

Langkah Stop berarti tidak bersikap gegabah saat dilanda panik atau diiming-imingi keuntungan oleh penipu. 

Check diartikan sebagai tindakan meneliti riwayat transaksi lewat aplikasi resmi. Adapun Verify yakni mengonfirmasi kejanggalan via saluran komunikasi resmi perbankan.

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235 Triliun, Tumbuh 8,6 Persen untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

“Dalam menghadapi financial scam, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati. Pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko dan keamanan transaksi,” ucapnya.

Dia menambahkan, tak perlu menunggu semuanya sempurna atau memiliki penghasilan besar untuk mulai mengelola keuangan dan berinvestasi. 

 

Jutru jika semakin awal memulai, maka akan semakin panjang pula kesempatan untuk membangun aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding

"Start small, start slow, but start now," tandas Achmad.

Editor : Syahaamah Fikria
BRI anak muda lps literasi keuangan BBRI