BRI Siap Jadi Tulang Punggung Arahan Presiden Prabowo Perluas Akses Keuangan Masyarakat Indonesia

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:48 WIB
BRI Siap Jadi Tulang Punggung Arahan Presiden Prabowo Perluas Akses Keuangan
BRI Siap Jadi Tulang Punggung Arahan Presiden Prabowo Perluas Akses Keuangan

RADARSOLO.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan kesiapan mendukung arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal.

Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden meminta agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan.

Sejumlah bank, termasuk BRI, juga diminta mempersiapkan rekening yang dapat digunakan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tengah mempersiapkan pemanfaatan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang akan dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem sistem pembayaran.

Penggunaan QRIS juga menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat transaksi digital dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan pihaknya siap berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut.

“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery.

Menurut Hery, semakin luas kepemilikan rekening dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mendukung efektivitas berbagai program pemerintah.

Dengan masyarakat yang semakin terhubung dengan sistem perbankan, penyaluran program pemerintah di masa mendatang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan efisien.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Menko Perekonomian bahwa berbagai program pemerintah ke depan dapat disalurkan melalui rekening yang dipersiapkan bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah dalam rapat tersebut, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen.

Sementara itu, tingkat literasi keuangan tercatat sebesar 69,57 persen.

BRI Punya Infrastruktur hingga Pelosok
Sebagai bank yang memiliki fokus besar pada pemberdayaan UMKM, BRI memiliki jaringan dan infrastruktur yang dinilai mampu mendukung perluasan akses layanan keuangan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga akhir triwulan II 2026, BRI tercatat memiliki 131 juta nasabah individual.
Kapabilitas tersebut didukung 7.377 unit jaringan kantor, 637 ribu e-channel, serta 1,13 juta BRILink Agen yang telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa.

Di sisi digital, super app BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna hingga triwulan II 2026.
Kombinasi jaringan kantor, agen, serta kanal digital tersebut menjadi salah satu kekuatan BRI untuk menjangkau masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kantor bank dan layanan keuangan formal.

“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Hery.

Namun, Hery menegaskan perluasan kepemilikan rekening perlu dibarengi dengan edukasi serta peningkatan literasi keuangan.
Hal tersebut penting agar masyarakat tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami manfaat layanan perbankan dan semakin terbiasa melakukan transaksi secara digital.
Kepemilikan rekening diharapkan dapat menjadi pintu masuk menuju layanan keuangan yang lebih luas.

Mulai dari transaksi dan pembayaran, menabung, menerima program pemerintah, hingga memperoleh produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta profil masing-masing nasabah.

Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Hery menilai perluasan kepemilikan rekening juga memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Semakin banyak masyarakat yang masuk ke dalam ekosistem keuangan formal, semakin besar pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi yang lebih inklusif dan terdigitalisasi.

Bagi pelaku usaha mikro dan UMKM, rekening perbankan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dana. Aktivitas transaksi melalui rekening juga dapat menjadi bagian dari rekam jejak keuangan yang pada tahap berikutnya berpotensi mendukung akses terhadap berbagai layanan keuangan.

Sementara itu, sistem pembayaran digital seperti QRIS dapat semakin menghubungkan masyarakat dan pelaku UMKM dengan ekosistem ekonomi digital.

Pemerintah juga menyampaikan bahwa penggunaan QRIS menjadi salah satu bagian yang dipersiapkan untuk mengoptimalkan peningkatan inklusi keuangan nasional.

“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Hery.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : BRI
BRI Prabowo Inklusi Keuangan literasi keuangan BBRI