Berkat Pembiayaan PNM Mekaar, Ibu Rumah Tangga di Sepaku Kalimantan Timur Sukses Kembangkan Kedai Usaha

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:15 WIB
Mawiyah mulai merintis usaha secara daring pada 2023. Pada tahun yang sama, ia resmi bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar guna memperoleh suntikan permodalan untuk mengepakkan sayap usahanya. (DOK.BRI)
Mawiyah mulai merintis usaha secara daring pada 2023. Pada tahun yang sama, ia resmi bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar guna memperoleh suntikan permodalan untuk mengepakkan sayap usahanya. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM - Menjadi ibu rumah tangga bukan halangan untuk berkontribusi menguatkan ekonomi keluarga.

Hal ini dibuktikan oleh Mawiyah (34), perempuan asal Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang berhasil membesarkan bisnis kulinernya.

Mawiyah mulai merintis usaha secara daring pada 2023. Pada tahun yang sama, ia resmi bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar guna memperoleh suntikan permodalan untuk mengepakkan sayap usahanya.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dorong Kemajuan Olahraga Nasional

Memasuki tahun 2024, Mawiyah memanfaatkannya untuk membuka kedai fisik sederhana di halaman depan rumahnya.

Kedai tersebut menyajikan beragam produk seperti aneka minuman segar, jus, jajanan anak, hingga gorengan.

Alhamdulillah, usaha semakin berkembang. Dari yang awalnya hanya berjualan online, pada tahun 2024 saya mulai membuka kedai di depan rumah yang menjual aneka minuman, jus, jajanan, dan gorengan,” ujar Mawiyah.

Meski disibukkan dengan urusan rumah tangga, usaha kuliner tersebut memberinya kemandirian finansial untuk menyokong kebutuhan harian keluarga.

“Kalau menjalankan usaha pasti ada naik turunnya penghasilan. Tapi menurut saya, selama kita tetap semangat dan konsisten menjalani usaha, insyaallah akan ada hasil baik yang didapat,” katanya.

Baca Juga: Dekat dengan Masyarakat, Mantri BRI di Lubuklinggau Dampingi Usaha UMKM Hingga Edukasi Keamanan Digital

Mengandalkan modal tambahan dari PNM Mekaar, Mawiyah memperbanyak variasi menu.

Strategi pengelolaan usahanya pun terbilang rapi, di mana ia memisahkan arus kas modal, dana angsuran, biaya operasional, hingga menetapkan gaji pribadi.

“Rasanya seperti punya perusahaan sendiri, karena semua harus kita kelola sendiri. Saya harus membagi uang untuk modal yang diputar kembali, menyiapkan angsuran Mekaar, dan mengatur kebutuhan usaha,” ungkap Mawiyah.

Selain mengandalkan pembeli harian dan layanan pesan antar, Mawiyah aktif menjajakan kreasinya saat ada gelaran acara tertentu.

Keterampilan kulinernya juga makin terasah seusai mengikuti pelatihan kelas memasak yang diselenggarakan oleh PNM Mekaar.

Holding UMi Dorong Jutaan Debitur Naik Kelas

Perjalanan usaha Mawiyah sejalan dengan komitmen Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan sinergi antara BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM sejak 2021.

Corporate Secretary BRI Dhanny menuturkan, integrasi Holding UMi dirancang agar nasabah memperoleh pembiayaan berkelanjutan yang disesuaikan dengan skala dan kapasitas ekonomi yang terus bertumbuh.

Baca Juga: Berkat Holding Ultra Mikro, Pengusaha Laundry di Penajam Paser Utara Sukses Naik Kelas Jadi Agen BRILink

“Dengan demikian, pelaku usaha ultra mikro memiliki ruang untuk terus bertumbuh, memperkuat usahanya, membangun kebiasaan menabung, hingga secara bertahap mengakses layanan keuangan yang semakin luas,” terang Dhanny.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi tercatat telah melayani sebanyak 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro di seluruh Indonesia. Sinergi ini juga sukses mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
BRI holding ultra mikro BBRI PNM Mekaar