Respati Dorong UMKM Bidik Konsumen Luar Daerah Dan Berangi Perang Tarif

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:04 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi sambut kedatangan Menteri Perdagangan Budi Santoso, Senin (21/9). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Wali Kota Solo Respati Ardi sambut kedatangan Menteri Perdagangan Budi Santoso, Senin (21/9). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Solo didorong tidak hanya mengandalkan pasar lokal.

Wali Kota Solo Respati Ardi meminta pelaku UMKM mulai membidik konsumen luar daerah, bahkan berani menjual produk dengan harga tinggi. 

Menurut Respati, peningkatan kualitas produk dan kemasan menjadi kunci agar UMKM bisa masuk ke pasar tersebut.

Pelaku usaha juga diminta berani menaikkan harga, dengan menawarkan kualitas serta layanan terbaik.

Baca Juga: Tak Hanya Packaging, Mendag Budi Santoso Juga Puji SPPG Semanggi 2 Libatkan UMKM

“Harus mulai berani berjualan mahal. Dengan menaikkan sedikit kualitas, quantity ditekan,” kata Respati usai mengisi acara Spesial Perayaan Kolaborasi Beli Lokal bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di salah satu hotel, Senin (21/9).

Respati menyebut strategi tersebut sebagai upselling the top spenders.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, akan mendorong UMKM agar tidak hanya mengejar pasar dengan jumlah konsumen besar, tetapi juga konsumen dengan daya beli tinggi.

Respati mencontohkan produk kopi. Biji kopi yang dibeli grosir dengan harga relatif rendah, akan memiliki nilai jual berkali-kali lipat setelah melalui proses pengolahan dan pengemasan yang tepat.

“Itu karena pandai me-roasting kopi. Batik tulis juga begitu. Solo tidak punya pabrik kain, pabrik pewarna, tapi punya kemampuan memberikan pewarnaan. Belum dari batik tulis art-nya, jadi harganya upselling beberapa kali,” bebernya.

Respati juga melihat peluang pengembangan sektor wellness di Solo.

Pemkot menyiapkan program 2030 Wellness City yang diarahkan untuk menangkap perubahan tren wisatawan, termasuk kebutuhan terhadap spa, treatment, kesehatan, kebugaran, serta makanan sehat.

Dia menilai sektor tersebut dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk menciptakan produk dengan segmen pasar premium.

Salah satunya melalui penyediaan healthy food yang dikemas secara menarik dan menyasar konsumen dengan daya beli tinggi.

Baca Juga: Kapolda Jateng Beri Bantuan untuk Pasien CTEV di Karanganyar

"Salad sama satai kambing harganya bisa lebih mahal salad, karena kualitas dan packaging-nya premium," tambahnya.

Dia mencontohkan sejumlah produk lokal Solo yang mampu berkembang karena memiliki kreativitas dalam mengemas, seperti produk speaker hingga parfum.

Menurutnya, potensi talenta dan produk kreatif di Solo cukup besar untuk dikembangkan ke pasar nasional.

“Set target konsumen Anda bukan warga Solo, tapi warga Jakarta, Semarang, Bandung, hingga Surabaya,” tegasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
perang tarif Wali Kota Solo Respati Ardi umkm kualitas produk