RADARSOLO.COM - Kawasan Banjarwangi yang terletak di Kabupaten Garut bagian selatan terkenal memiliki kontur pegunungan yang menantang sekaligus menyimpan denyut ekonomi pedesaan yang dinamis.
Masyarakat di daerah ini menyandarkan mata pencahariannya pada sektor agraris, mulai dari budi daya sayuran, padi, palawija, peternakan rakyat, hingga industri rumahan.
Di tengah tantangan akses geografis yang tidak mudah tersebut, keberadaan layanan perbankan formal sangat membantu dalam menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
Baca Juga: Jaga Warisan Budaya Aceh, Perajin Sulam Kasab Asra Kembangkan Usaha Bersama Holding UMi BRI
Salah satu garda terdepan yang menjalankan peran ini adalah Angga Sumitra, Mantri BRI Unit Banjarwangi Branch Office Garut.
Sejak tahun 2020, ia secara konsisten blusukan ke pelosok demi melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Talagasari, Padahurip, Wangunjaya, dan Tanjungjaya.
“Menjadi Mantri BRI di wilayah pegunungan merupakan tantangan tersendiri. Kondisi perjalanan yang terjal membuat saya harus lebih siap, termasuk menggunakan sepatu bot dan berhati-hati saat mengendarai sepeda motor," tutur Angga.
Baca Juga: BRI Gaspol Dukung Program 3 Juta Rumah, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
Namun, kata dia, semua tantangan itu terbayar ketika sampai di rumah nasabah dan disambut senyum serta keramahan masyarakat.
"Bagi saya, itu menunjukkan bahwa BRI benar-benar hadir melayani nasabah dengan sepenuh hati, meski harus menempuh perjalanan yang tidak mudah,” ucap dia.
Pendekatan humanis selalu diterapkan oleh Angga untuk menyelami kebutuhan warga selama bertugas.
Sebuah kisah berkesan pernah ia alami ketika memberikan edukasi kepada seorang petani di sebuah warung desa.
Mulanya, petani tersebut merasa ragu untuk berurusan dengan bank dan sering menggadaikan sawahnya guna mencari modal usaha, yang justru berdampak pada tertekannya pendapatannya.
Berkat edukasi serta fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Angga, kini lahan garapan petani tersebut semakin luas dan ia tidak perlu lagi menggadaikan sawahnya.
“Di sini saya sangat dihargai, di jalan saat saya naik motor banyak yang menyapa dan terkenal seperti artis kecamatan, selalu disambut seperti keluarga, dan yang pasti sukanya itu saat saya sendiri menjadi saksi ketika usaha nasabah saya berkembang dan maju menjadi lebih baik dibanding sebelumnya,” cerita Angga.
Di samping menyalurkan pembiayaan, Angga juga aktif merangkul nasabah potensial untuk menjadi Agen BRILink agar warga tidak perlu pergi jauh ke unit kerja BRI terdekat.
Edukasi transaksi digital melalui aplikasi BRImo pun terus digencarkan.
Tantangan geografis seperti wilayah tanpa sinyal seluler dihadapinya dengan mengandalkan motor trail, memilih rute yang lebih aman, serta berangkat lebih pagi untuk mengantisipasi jalur terjal yang licin saat musim hujan tiba.
Kebanggaan tersendiri dirasakan oleh Angga manakala menyaksikan langsung transformasi positif pada usaha para nasabahnya.
Ada yang mulanya berjualan bakso dengan cara dipikul, kini bisa memakai motor agar proses berdagang menjadi lebih mudah.
Ada pula yang lahannya bertambah luas atau kondisi rumahnya berubah dari yang semula berupa rumah panggung kini menjadi bangunan permanen seiring dengan kemajuan usahanya.
“Bagi saya, melihat perubahan itu menjadi kebanggaan tersendiri sebagai Mantri BRI,” pungkas Angga.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan, dedikasi Mantri BRI di pelosok merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan dan memberdayakan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Antusiasme dan kehangatan masyarakat dalam menyambut Mantri BRI jadi penyemangat bagi kami untuk terus hadir melayani hingga ke pelosok. Kepercayaan ini membuktikan bahwa peran Mantri BRI bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, melainkan mendampingi dan menggerakkan roda perekonomian warga desa secara berkelanjutan,” tandas Dhanny.
Editor : Syahaamah Fikria