“Saya sangat terkesan dengan sepak terjang tim Visinema melebarkan semesta Filosofi Kopi hingga seperti sekarang, turun menjadi berbagai format yang tidak pernah saya bayangkan (merchandise, webseries, sepeda, dll). Ini menjadi bukti bahwa karakter dan dunia mereka berhasil diterima baik oleh masyarakat dan mereka tumbuh menjadi brand yang sukses," kata Dewi Lestari, Senin (10/1).
Dewi Lestari sempat bernostalgia dengan momen pertamanya membuat karakter Ben dan Jody yang ada dalam Filosofi Kopi. Kedua karakter itu dia buat saat duduk di bangku mahasiswa. Jody diambil dari serial animasi Jody & Foderwing yang tayang di TVRI ketika dia masih belia, sementara nama Ben dipilih karena ringkas dan tegas.
Ketika kabar mengenai peralihan genre mencuat, penulis yang akrab disapa Dee ini menyambutnya dengan antusias. Dia mengagumi keberanian Angga Dwimas Sasongko yang tentu tak lepas dari risiko.
"Namun, saya menilai keputusan membuat film laga dapat menyuntikkan darah segar juga ke semesta Ben & Jody,” ucap dia.
Dalam film ini, Dee yang juga menyukai genre film laga ikut andil sebagai konsultan cerita. Dia bertugas mengulas dan menelisik skenario film.
"Saya tidak punya catatan khusus mengenai pembatasan jalan cerita atau pun genre-nya. Selama skenarionya solid, minim lubang plot, logis, dan mengalir, maka film tersebut punya kans besar untuk menjadi film yang bagus dan memikat,” papar dia.
Film pertama Filosofi Kopi yang tayang pada 2015 mengangkat tema hubungan ayah dan anak. Bercerita tentang Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) yang mendirikan kedai Filosofi Kopi.
Mereka ditantang untuk membuat kopi yang sempurna. Perjalanan itu membawa Ben dan Jody menyusun serpihan masa lalu yang penuh kegetiran dengan orang tua masing-masing. Sementara sekuel Filosofi Kopi 2: Ben & Jody tayang pada 2017.
Film ketiga Ben & Jody menjanjikan nuansa yang berbeda dari dua film sebelumnya dengan unsur laga yang kental dan adegan penuh aksi. Film ini akan tayang pada 27 Januari 2022. (Antara) Editor : Syahaamah Fikria