RADARSOLO.COM - Segaran Sriwedari kembali hidup. Terhitung sejak Februari, agenda Isian Hiburan Rakyat: Wangon Ing Segaran memeriahkan suasana malam di kompleks Taman Sriwedari. Mulai dari keroncong, musik tradisi Jawa, tembang kenangan, dan berbagai genre musik lainnya.
Kelembutan alunan musik keroncong menggema di Segaran, kompleks Taman Sriwedari, Rabu malam (5/7/2023). Dimainkan sejumlah laki-laki, anggota Orkes Keroncong Pancaran Nada dari Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Masing-masing memainkan tujuh alat musik, yakni biola, flute atau seruling, bass betot, selo, cuk atau ukulele, cak, dan gitar.
Masyarakat pecinta keroncong terhibur dengan performer malam itu. Mereka berbondong-bondong mengisi lokasi yang kosong. Ada yang duduk di tepian Segaran, ada pula yang lesehan. Bahkan beberapa terlihat berdiri sembari berdendang.
Pimpinan Orkes Keroncong Pancaran Nada dari Sumber Edi Suyanto mengaku semringah bisa tampil di Segaran. Karena mendapat kesempatan ikut nguri-uri budaya keroncong. Warisan budaya asli Indonesia yang harus tetap dilestarikan.
“Dulunya saya pecinta pop, dangdut, keroncong, rock, dan yang lainnya. Ternyata penilaian saya, paling unik ya keroncong. Maka saya dan teman-teman tergerak untuk terus melestarikanya,” ujar Edi.
Menariknya, malam itu Segaran tak hanya dihadiri masyarakat Kota Solo dan sekitarnya. Terlihat sejumlah rombongan wisatawan asal Jepang, larut dalam alunan musik keroncong.
“Saya sangat terharu. Musiknya bagus. Suaranya indah sekali. Saya sangat menikmatinya. Kalau orang Jepang datang ke sini, pasti akan merasakan budaya asli Indonesia. Sangat menyenangkan,” beber Yoriko Ozawa, salah seorang wisatawan asal Jepang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta Aryo Widyandoko mengaku, Isian Hiburan Rakyat: Wangon Ing Segaran digelar untuk mengingatkan kembali, bahwa Taman Sriwedari bisa dimanfaatkan masyarakat umum.
“Masyarakat bebas bersenang-senang di sini. Temen-temen bisa berkesenian di sini. Bisa berekspresi dan mengapresiasi di sini,” paparnya.
Soal pemilihan nama Isian Hiburan Rakyat: Wangon Ing Segaran, Aryo menyebut bukan tanpa alasan. Karena ajang ini hadir untuk hiburan bagi masyarakat.
“Baru dimulai Februari. Dulu pengisinya dari kampung lokalan. Bukan tampilan yang mewah meriah. Tapi memang sederhana. Terpenting ada kedekatan dengan penonton. Saling berinteraksi,” ungkapnya.
Ditanya sasaran pengunjung, Aryo menyebut seluruh lapisan masyarakat. Hanya saja, tampilan panggung masih sederhana. Sehingga disbudpar ogah memasang target muluk-muluk. “Terpenting kedekatan dan interaksinya dulu, antara penampil dengan penonton,” tandasnya. (nis/fer/dam)
JADWAL TAMPIL
Selasa: Koesplus
Rabu: Keroncong
Kamis: Musik tradisi jawa
Jumat: Keroncong
Sabtu: Tembang kenangan