RADARSOLO.COM - Burung surga. Mungkin julukan tersebut layak ditujukan kepada burung ini. Selain memiliki warna bulu yang sangat cantik, macaw bisa dilakukan melakukan free fly dan trik lainnya.
Yang harus sangat diperhatian, jangan sekalipun menyakiti burung ini. Sebab, kalau sudah dikecewakan, bakal sulit mendapatkan kepercayaan dari macaw.
Jenis burung itu memang istimewa. Habitat aslinya berada di hutan tropis dataran Amerika. Mulai tenggara Meksiko sampai hutan Amazon di bagian Peru, Bolivia, dan Brasil.
Burung dari keluarga paruh bengkok tersebut memiliki beberapa jenis yang banyak dipelihara di Indonesia. Di antaranya, scarlet macaw yang memiliki ciri ekor berwarna biru dan merah.
Kemudian, bagian tubuh yang terdiri atas warna merah, kuning, dan biru. Panjangnya bisa mencapai 80 sentimeter.
Kemudian, ada blue and gold macaw yang memiliki ciri warna tubuh dominan biru dengan dada berwarna kuning. Lalu, green wing macaw dengan ciri sayap yang berwarna hijau.
”Ada juga hans macaw yang menjadi jenis paling kecil di jenis macaw,” ujar Yongky Gunawan, salah seorang penghobi macaw dikutip dari jawapos.com.
Selain warna yang cakep, macaw unggul dari segi kecerdasan. Burung itu bisa dilatih untuk trik free fly atau trik bermain seperti bola basket, bola boling, atau pura-pura mati.
Namun, pemilik tidak disarankan untuk menuntut burung menguasai semuanya. Harus salah satu, jika fokus free fly, tidak bisa digabung dengan kemampuan untuk trik bermain. Bisa-bisa, burung akan stres dan bingung. Kemampuannya tidak bisa maksimal.
Merawat burung tersebut memang butuh ketelatenan. Sebab, pemilik harus mampu mengambil hati burung. Yongky menyatakan, paling mudah adalah rajin-rajin berinteraksi dengan burung itu.
”Burung ini sangat sensitif dan peka dengan apa yang kita lakukan. Kalau disayang terus, ia akan mudah untuk menurut ke kita,” ujar ketua Surabaya Manuk Mabur itu.
Jangan sekali-kali memukul atau menyakiti macaw. Jika itu dilakukan, ia akan trauma dan biasanya bakal ngambek.
”Memang harus dengan perasaan, tiap hari dielus-elus dikasih makan pakai tangan langsung. Maka, cepat mendapat kepercayaan dia,” tambah Yongky.
Kata para penghobi, macaw memiliki sifat cemburu juga. Misalnya, jika pemilik memegang burung lain, biasanya macaw akan ngambek. Tidak mau dipegang pemiliknya dan menggigit. Ibaratnya, memelihara macaw seperti merawat anak sendiri, semakin perhatian, makin luluh dengan pemiliknya.
Soal melatih burung untuk free fly, itu bergantung karakter setiap burung. Ada yang dalam waktu seminggu sudah bisa dilepas dan mau kembali ke pemilik. Namun, ada juga yang butuh waktu hingga sebulan, bahkan lebih, untuk sekadar melepasnya terbang.
Namun, macaw termasuk jenis yang membutuhkan waktu lama hingga mampu reproduksi. Minim butuh usia hingga 10 tahun baru bisa kawin dan bertelur. ”Itu pun kalau jalannya lancar, kawin langsung bisa nelor. Kalau ribet, butuh 20–30 tahun baru bisa reproduksi,” jelas Taufiq Romadoni, penghobi lain.
Pakan menu untuk macaw lebih beragam. Tidak melulu hanya biji-bijian. Bisa juga buah-buahan seperti apel atau pir. ”Untuk tambahan vitamin, bisa pakai lemon,” katanya.
Bicara harga, macaw memang tergolong burung yang bernilai tinggi. Rata-rata ada di kisaran Rp 30 juta–Rp 40 juta. Bahkan, ras asli dan langka bisa dihargai hingga Rp 100 juta. Salah satunya macaw scarlet dewasa. (jpg/wa)
Mengenal si Cantik dari Amazon
- Memiliki tingkat kecerdasan tinggi.
- Rentang sayap hingga 1 meter
- Panjang kepala sampai ekor mencapai 89 sentimeter.
- Di alam, macaw mampu bertahan hidup lebih dari 50 tahun.
- Sekali memiliki pasangan, burung ini tidak akan pindah ke lain hati.
SUMBER: JAWAPOS.COM
Editor : Damianus Bram