RADARSOLO.COM - Kura-kura cukup banyak penggemarnya. Salah satunya dada merah yang persebarannya banyak ditemukan di Papua.
Pemilik kura-kura dada merah, Jelova Rifire Setiawan, 9, mengaku senang memelihara satwa karena ketularan sang ayah.
Beragam satwa dipelihara dengan baik di rumahnya di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Salah satunya kura-kura dada merah koleksi Jelova.
Kali pertama diberikan sang ayah, diameter tempurung kura-kura dada merah masih sebesar tutup botol. Setelah dipelihara dengan penuh kasih sayang, kini diameter tempurungnya 5-7 sentimeter.
"Sudah tambah gede. Saya suka warna merah di dadanya. Beda sama kura-kura lainnya,” jelas Jelova akhir pekan kemarin.
Warna merah merona pada bagian dada kura-kura menyebar ke seluruh sisi tempurung bagian bawah. Seiring bertambahnya usia si kura-kura, warna merah akan muncul di tepi tempurung.
Selain warna merah, kura-kura yang akrab disebut Damer (dada merah) oleh para pecintannya itu juga memiliki corak putih pada bagian kepala hingga leher. Tepatnya pada atas matanya yang memanjang sampai leher.
"Makanannya pelet khusus kura-kura, ikan kecil, udang, dan lainnya. Biar warnanya bagus, bisa dikasih udang," terang siswa kelas IV SD Kalam Kudus itu.
Damer merupakan hewan semiaquatif. Sebab itu, wadah untuk memeliharanya tidak terlalu banyak diisi air. Apalagi ketika masih bayi.
Jika ingin ditempatkan di akuarium, lengkapi area khusus agar sesekali bisa keluar dari air. Caranya dengan meletakkan tumpukan batu dan sejenisnya.
"Airnya sedikit saja. Kalau mau banyak air, bisa dikasih batu-batu biar kura-kuranya bisa naik," ucap Jelova.
Dengan pemahaman yang cukup, memelihara damer bukan hal sulit. Apalagi, karakter kura-kura ini tidak agresif. Karena itu, kura-kura ini cukup banyak dibudidayakan pecinta reptil.
Soal harga, Damer dibanderol Rp 150 ribu untuk dimensi tempurung setutup botol. "Jinak, nggak galak,” pungkasnya. (ves/wa)
Editor : Damianus Bram