RADARSOLO.COM - Nadila Cindi Wantari merupakan seorang penyanyi muda Indonesia yang akrab dipanggil Nadila. Sebelum merintis karirnya sebagai soloist, Nadila merupakan mantan idol grup pertama Indonesia yakni JKT48.
Wanita asal Bogor ini memulai karirnya dengan bergabung di JKT48 yang merupakan anggota generasi kedua sejak tahun 2012 dan resmi lulus dari grup tersebut pada 7 Februari 2021.
Selain menjadi penyanyi Nadila juga merupakan seorang gitaris kidal. Pada usianya yang ke-17 Nadila dihadiahkan gitar oleh salah seorang fans yang mana saat itu dia hanya iseng meminta dihadiahkan alat musik tersebut.
Prestasi di JKT48
JKT48 merupakan tempat bagi perempuan Indonesia untuk mewujudkan impiannya, seperti halnya Nadila. Dia memulai untuk menujukkan impiannya dengan membentuk suatu Sub Unit.
JKT48 Acoustic merupakan sub unit kelima yang dibentuk pada 3 september 2017. Dengan beranggotakan empat orang yakni Nadila, Aurel, Rona dan Sisca. Sub Unit tersebut memiliki tujuan untuk mengeksplorasi seni musik dibidang akustik yang tengah popular saat itu.
Sub Unit yang dibentuk Nadila ini melakukan debutnya pada Handshake Festival (HSF) di single JKT48 So Long dan diresmikan pada HSF Kimi no Hohoemi wo Yume ni Miru.
Selama tiga tahun terbentuknya JKT48 Acoustic, mereka telah mempersembahkan dua buah lagu original yang berjudul Lantang dan Cinta Remaja. Tak hanya itu mereka juga sering mencover lagu-lagu JKT48 dalam bentuk akustik.
Namun sayangnya Sub Unit tersebut telah bubar pada 29 Januari 2021 dan melakukan pertunjukan terakhir mereka yakni JKT48 Acoustic Last Showcase yang di gelar di Teater JKT48.
Memulai Soloist
Setelah delapan tahun menjadi seorang idol, Nadila memutuskan graduate atau lulus dari JKT48 dan memulai untuk bersolo karir. Menurutnya dengan dia lulus dari idol grup tersebut dia mampu berkembang lebih dari biasanya.
Nadila memulai karirnya dengan merilis lagu pertamanya berjudul Reminisce pada maret 2021.
Reminisce memiliki arti 'mengenang’ yang berisi ungkapan hati Nadila kepada semua orang yang telah mendukungnya selama masih menjadi idol. Lewat lagu ini Nadila menyampaikan pesan bahwa tidak ada perpisahan yang abadi kepada para penggemarnya.
Sudah memiliki 4 single dan satu album
Dilansir dari laman nadilawantari.com, Nadila telah mengeluarkan beberapa single dan album. Lagu-lagu tersebut memiliki arti dan makna yang cukup dalam. Seperti Suar, Ambang dan Fase yang tercipta atas inspirasi dari kehidupan seorang Nadila.
Suar merupakan single kedua yang bermakna ‘nyala api’. Nadila mengibaratkan lagu ini sebagai sebuah sinar bagi penggemarnya yang dia sampaikan melalui liriknya.
Berbeda dengan dua single sebelumnya Reminisce dan Suar, single ketiga yaitu Ambang memiliki lantunan musik yang jauh lebih pelan dan penggalan lirik menceritakan tentang realita kehidupan. Penggambaran yang tertuang dalam lirik tersebut seakan terkesan pesimis, namun Nadila dapat menginterpretasikan lagunya dapat dinikmati oleh pendengarnya.
Nadila memiliki daya tarik yang kuat lewat karya-karyanya. Setelah merilis ketiga single tersebut dia juga merilis mini albumnya yang bertajuk Nyawa. Berkonsep music live akustik Nadila membawakan empat lagu di mini albumnya yaitu Lantang, Reminisce, Suar dan Ambang. Dia menyebutkan bahwa dengan rilisnya mini album ini merupakan nyawa Nadila yang mewakili keluh kesahnya.
Rindu kepada ayah yang telah ditinggalkan selama kurang lebih 12 tahun, membuat Nadila mencurahkan rasa rindunya lewat lagu yang berjudul Fase. Dalam lagu ini Nadila juga mengungkapkan kata maaf kepada ayahnya karena karirnya yang berada di industri hiburan yang sangat bertentangan dengan keinginan sang ayah. Sebagaimana gadis berusia 24 tahun itu memulai karirnya di JKT48. (mg6/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto