Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Populerkan Batik lewat Gelaran Fashion Show

Damianus Bram • Selasa, 3 Oktober 2023 | 18:08 WIB
LENGGAK-LENGGOK: Fashion show di Kampung Wisata Batik Kauman, kemarin (2/10).
LENGGAK-LENGGOK: Fashion show di Kampung Wisata Batik Kauman, kemarin (2/10).

RADARSOLO.COM Menyambut momen Hari Batik Nasional, digelar beberapa acara di Kota Bengawan. Solo Batik Fashion (SBF) 2023 mencoba mendobrak standar kecantikan di dunia modeling. Lewat kegiatan bertemakan Plus Size Urban Style, SBF 2023 menghadirkan 157 model pria dan wanita berbadan gemuk. Mereka akan berlenggak lenggok di Koridor Gatot Subroto, 14 Oktober mendatang.

Disisi lain, dalam pra event SBF 2023, 17 model gelar fashion show di Kampung Wisata Batik Kauman, Senin (2/10) kemarin.

"Kami ingin menunjukkan bahwa batik adalah karya luar biasa dari Kota Solo. Dengan menampilkan ratusan batik urban style para desainer lokal. Kami juga kolaborasikan event ini dengan pertunjukan musik, tari, dan sebagainya," ucap Director Program SBF 2023 Heru Mataya.

Perayaan Hari Batik Nasional juga digelar di Bandara Adi Sumarmo, kemarin. Diwarnai dengan peragaan busana batik, hasil rancangan desainer Rory Wardhana. Diperagakan para model di ruang tunggu terminal keberangkatan. Tak pelak, banyak calon penumpang antusias menyaksikan gelaran fashion show tersebut.

"Konsep yang saya bawakan ialah konsep lawasan. Lawasan saya munculkan lagi karena konsep batik lawasan sangat memukau," tutur Rory.

Sebanyak delapan karya busana dipamerkan oleh desainer asal Solo tersebut. Perpaduan motif batik membentuk konsep busana yang cantik dan elegan. Motif batik terdiri dari parang barong, lintang trenggono, kawung, serta srikaton.

Rory mengatakan, batik-batik klasik atau lawasan memang harus kembali dimunculkan eksistensinya.

"Batik-batik itu yang harus dimunculkan lagi. Karena seperti motif kawung sudah banyak dilupakan. Saya memunculkan warna-warna klasik atau lawasan. Jadi yang harusnya warna sogan, saya kasih warna putih dan krem supaya bisa ngangkat di kalangan anak muda," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang calon penumpang, Veronica mengakui pagelaran peragaan batik di Bandara Adi Soemarmo menarik. "Luar biasa. Batik adalah warisan yang luar biasa. Ini yang harus diuri-uri oleh semua kalangan," ucap dia. (ul/nik)

Editor : Damianus Bram
#solo batik fashion #SBF #fashion show #Hari Batik Nasional