RADARSOLO.COM - Istilah 'The Nuruls' kini tengah viral di berbagai platform media sosial (medsos), seperti TikTok dan X.
'The Nuruls' yang merupakan bahasa gaul ini banyak digunakan belakangan.
Namun, tak sedikit netizen yang belum paham apa maksud dan bagaimana kemunculan istilah itu.
Secara umum, banyak netizen yang mengartikan bahwa 'The Nuruls' merujuk pada perempuan berkerudung dengan perilaku tidak lazim.
Namun, apakah benar citra 'The Nuruls' seperti itu?
Dilansir dari akun YouTube Deddy Corbuzier via JawaPos.com, istilah 'The Nuruls' menjadi viral setelah seorang content creator Halda Rianta, menyebutkannya dalam salah satu episode podcast.
Halda menjelaskan, 'The Nuruls' merujuk kepada sekelompok anak muda, terutama perempuan muda yang sering berkumpul atau nongkrong di suatu tempat sambil bersenang-senang, seperti berjoget.
'The Nuruls' punya ciri khas tersendiri terkait pakaiannya. Yakni mengenakan kerudung, kaos polos disertai cardigan atau outer, celana jeans. Serta dilengkapi sepatu Converse.
Tak cukup sampai di situ, bahkan 'The Nuruls' juga bisa dideskripsikan dari kebiasaan-kebiasaan mereka yang dianggap unik. Sehingga berbeda dari kelompok nongkrong lainnya.
Berikut kebiasaan-kebiasaan 'The Nuruls':
Anti alkohol
Perempuan-perempuan muda 'The Nuruls' tidak mengonsumsi alkohol. Sebagai gantinya, mereka cenderung memilih minuman-minuman yang lagi tren, seperti Americano atau lainnya.
Senang-senang ala mbak berhijab
Sebutan 'The Nuruls' memang merujuk pada kaum perempuan muda berhijab. Mereka menyukai karaoke sambil bersenang-senang dengan teman-teman sesama perempuan.
Tidak pulang larut malam
Meski suka hangout atau nongkrong, tapi 'The Nuruls' bukan tipe anak tongkrongan yang pulang tengah malam atau dini hari.
Mereka rata-rata nongkrong mengikuti jam operasional kafe. Paling lambat pukul 22.00, mereka sudah pulang.
Joget anti jedag-jedug
'The Nuruls' pun suka menyanyi dan joget. Namun, joget mereka bukan yang diiringi musik jedag-jedug.
Melainkan, joget yang menggunakan musik top playlist yang diputar di kafe-kafe.
Itulah penjelasan mengenai 'The Nuruls', yang belakangan jadi bahasa gaul netizen.
Namun perlu diketahui, stereotip yang muncul di medsos tidak selalu mencerminkan realita dari seorang individu secara akurat.
Sehingga bisa saja citra dari 'The Nuruls' ini lebih baik dari info yang tersebar di medsos, atau bahkan bisa lebih buruk. Sebab, tentu kebiasaan dan ciri diri akan kembali ke individu masing-masing. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria