RADARSOLO.COM – Nia Kurnia Sari, seorang gadis asal Padang Pariaman yang menjadi korban pembunuhan oleh seorang lelaki berinisial IS, kini menjadi perhatian publik setelah kabar kisah tragisnya akan diangkat menjadi film.
Keluarga korban telah menyetujui pembuatan film ini, yang akan disutradarai oleh Aditya Gumay.
Kisah ini berangkat dari pengalaman Nia, seorang gadis muda yang sehari-harinya berjualan gorengan demi mengumpulkan uang untuk melanjutkan pendidikan.
Nahas, di tengah perjalanan jualannya, Nia bertemu dengan IS yang kemudian dengan keji melakukan kekerasan terhadapnya hingga merenggut nyawanya.
Jenazah Nia ditemukan di hutan dekat rumahnya, dalam kondisi mengenaskan.
Setelah melalui penyelidikan, kepolisian berhasil menangkap IS sebagai pelaku utama kasus pembunuhan tersebut.
Kabar tentang adaptasi kisah nyata ini ke layar lebar disampaikan oleh perwakilan keluarga, Ratu, dalam acara Pagi-Pagi Ambyar di TransTV, Rabu (6/11/2024).
“Iya sudah tau (akan difilmkan),” ujar Ratu. Selain menjadi pengingat atas tragedi yang menimpa Nia, keluarga berharap film ini dapat membawa pesan lebih luas bagi generasi muda.
Kabar ini membuat nama Nia Kurnia Sari kembali viral di media sosial, apalagi jika mengingat perjuangannya semasa hidup.
Ia sudah berjualan gorengan sejak sekolah, namun setelah lulus Ia sudah tak bisa menjual gorengannya di sekolahan.
Akhirnya, Nia menjajankan gorengan tersebut ke beberapa desa yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
Bahkan saat itu, menurut informasi Nia Kurnia Sari berjualan hingga menjelang maghrib. Ia baru pulang ke rumahnya saat menjelang maghrib.
Perjuangan inilah yang pada akhirnya membuat kisah Nia Kurnia Sari banyak diincar untuk dijadikan sebuah film.
Pastinya film tersebut bukan hanya mengenang kejadian tragis Nia Kurnia Sari, namun juga banyak pesan yang bisa di ambil dalam film ini.
“Harapan besar difilmkan ini bukan untuk kenang tragedi, tapi sosok motivasi di zaman milenial,” tambah Ratu. (nda)
Editor : Nindia Aprilia