Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Profil Emilia Contessa, Pemilik Suara Sopran yang Pernah Dijuluki Singa Panggung Asia hingga Ratu Foto Model

Syahaamah Fikria • Selasa, 28 Januari 2025 | 05:09 WIB
Emilia Contessa.
Emilia Contessa.

RADARSOLO.COM – Dunia hiburan Tanah Air kembali kehilangan salah satu bintang terbaiknya. Penyanyi senior Emilia Contessa, yang juga ibu dari artis dan penyanyi Denada, meninggal dunia di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Senin .

Menurut informasi, Emilia Contessa wafat akibat gagal jantung setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga, kerabat, dan para penggemarnya.

Profil Emilia Contessa

Emilia Contessa, yang memiliki nama asli Nur Indah Citra Sukma Hati, lahir pada 27 September 1957.

Ia merupakan putri sulung dari tiga bersaudara, anak dari pasangan Hasan Ali yang berdarah Pakistan-Madura dan RA Susiani yang berdarah Jawa-Banyuwangi.

Bakat menyanyi Emilia sudah terlihat sejak kecil. Ibunya selalu mendukung dengan memberikan kesempatan Emil untuk tampil di berbagai acara.

Karier profesionalnya dimulai pada tahun 1969, ketika ia memenangkan lomba menyanyi pop pada PON VII yang digelar di Surabaya.

Kemenangan itu membuka pintu besar bagi Emil.

Pada tahun 1970, ia diajak oleh pencari bakat dari Philips Singapura untuk rekaman di Singapura.

Satu tahun kemudian, Emilia kembali ke Indonesia dan diperkenalkan kepada publik oleh Chris Pattikawa melalui acara di TVRI.

Nama Emilia Contessa pun melejit, didukung oleh suara sopran yang kuat dan gaya panggung yang memukau.

Berkat keistimewaan itu, ia dijuluki Singa Panggung Asia oleh majalah Asia Week pada tahun 1975.

Karier yang Berkilau

Sebagai penyanyi, masa keemasan Emilia Contessa terjadi pada era 1970-an. Ia menelurkan banyak lagu hits, seperti 'Angin November', 'Flamboyan', 'Biarlah Sendiri', 'Rindu', 'Angin Malam', 'Mungkinkah', dan lainnya.

Album-album yang dihasilkannya mencapai belasan, termasuk album Islami seperti Samudera Shalawat yang dirilis pada tahun 2000.

Selain di dunia musik, Emilia juga menjajal dunia akting. Ia membintangi sejumlah film populer seperti 'Ratapan Anak Tiri', 'Tetesan Air Mata Ibu', dan 'Senja di Pantai Losar'i.

Pada tahun 1972, ia dinobatkan sebagai Ratu Foto Model oleh Persatuan Wartawan Indonesia.

Di kancah internasional, nama Emilia juga dikenal. Ia sempat mendapat beasiswa untuk belajar vokal di Amerika Serikat, namun memilih fokus pada kontrak dengan klub malam Tropicana.

Karier internasionalnya membawa Emil tampil di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika.

Karier Politik

Tak hanya di dunia hiburan, Emilia juga sempat terjun ke dunia politik.

Ia mencalonkan diri sebagai Bupati Banyuwangi pada Pilkada 2010, meskip hasilnya belum berpihak kepadanya.

Pada 2014, Emilia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur periode 2014–2019.

 

Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan pribadi, Emilia menikah beberapa kali.

Dari pernikahan pertamanya dengan Rio Tambunan, ia dikaruniai dua anak, salah satunya adalah Denada.

Pernikahan ini berakhir dengan perceraian.

Emil kemudian menikah dengan Abdullah Surkaty dan memiliki seorang anak, Muhammad Abdullah Surkaty, sebelum pernikahan itu juga berakhir.

Pernikahan ketiganya dengan Ussama Muhammad Al Hadar menghasilkan seorang anak, Kaisar Hadi Haggy Al-Hadar.

Kepergian Emilia Contessa meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan seni yang luar biasa.

Dengan suara khasnya dan dedikasi dalam berkarya, ia telah menginspirasi banyak generasi. (ria)

 

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#emilia contessa #denada #profil #meninggal #gagal jantung #penyanyi