RADARSOLO.COM - Sesuai prediksi para penggemar drama Korea alias KDrama yang ramai-ramai suarakan boikot 'A Business Proposal', film yang dibintangi Abidzar Al Ghifari dan Ariel Tatum itu benar-benar sepi penonton.
Rupanya, permintaan maaf dan surat terbuka yang disampaikan pihak Falcon Pictures maupun Abidzar, beberapa hari sebelum penayangan 'A Business Proporsal', tetap tak bisa menggugah hati para pecinta film.
Angka penjualan perdana tiket film yang diadaptasi dari kisah webtoon dan drama Korea berjudul 'Business Proposal' tersebut dilaporkan sangat kecil.
Bahkan cukup sedikit untuk film sekelasnya.
Film yang juga dibintangi aktor senior Slamet Rahardjo, Indro Warkop hingga Indi Barends itu mulai tayang pada 6 Februari 2025.
Tak sedikit netizen yang melaporkan situasi bioskop di hari pertama tayang.
Sejumlah netizen menceritakan jika kursi studio masih banyak yang kosong di hari pertama penayangan.
Sementara itu, sejumlah bioskop jaringan Cinema XXI di Solo diketahui juga sudah tak menayangkan film 'A Business Proposal' pada 7 Februari 2025.
Berdasarkan pantauan m.21cineplex.com, hanya The Park XXI dan Solo Paragon XXI yang masih memutar film itu di hari kedua penayangan.
"apdet xxi disolo, kemarin masih ada solo square sama grand mall, dan masih 4x shows dalam sehari, hari ini udh ga tayang di solo square & grand mall, diparagon dan the park pun cuma 2x penayangan," cuit pemilik akun X @95zdd****.
Kondisi tak jauh beda juga dilaporkan sejumlah netizen di daerah lain. Seperti di Jakarta, Jogja hingga Kediri.
Sikap Falcon Pictures
Falcon Pictures sendiri terpantau juga tak terlalu getol promosi selama masa penayangan film.
Bahkan, Falcon juga tak mengunggah ulang tiket yang dibeli penonton, seperti yang biasa dilakukan studio lainnya saat masa promosi film.
Melihat penayangan 'A Business Proposal' yang sangat jauh dari harapan itu, Falcon Pictures hanya menyatakan akan tetap menjalankan rencana seperti semula.
"Jalani saja. Kami jalani aja sih. Teman-teman pasti tahu yang terjadi, kita bisa baca semua di sosial media," kata Produser Falcon Pictures, Frederica.
Blunder Pernyataan Abidzar
Krisis yang dialami film 'A Business Proposal' versi Indonesia ini tak lepas dari pernyataan Abidzar Al Ghifari, sang tokoh utama, yang tuai kontroversi.
Abidzar yang berperan sebagai Utama (Kang Tae Moo dalam versi Korea) dalam sebuah wawancara promosi film mengaku tidak menonton versi drama Korea 'Business Proposal'.
Bahkan, dia mengaku hanya menonton episode pertama. Setelah itu memutuskan untuk stop atau tak melanjutkan menonton epiosode-episode selanjutnya.
Dia mengaku, keputusan untuk stop nonton itu bertujuan agar dia bisa menciptakan karakter sendiri sesuai script versi Indonesia dan diskusi dengan sutradara.
Pernyataan Abidzar itu langsung menuai kritik, terutama dari penggemar drama Korea maupun penggemar drama 'Business Proposal'.
Mereka menyatakan Abidzar semestinya menghormati dan menonton semua episode drama yang dibintangi Ahn Hyo Seop dan Kim Seo Jeong itu.
Sebab, film yang dibintanginya adalah remake dari drama itu.
Apalagi, pemeran utama perempuan Ariel Tatum juga melihat full episode drama tersebut.
Abidzar dianggap tidak serius dalam menghidupkan karakter dan dianggap tidak memberikan apresiasi pada versi aslinya.
Alih-alih menerima kritikan, Abidzar malah makin bikin blunder.
Di salah satu podcast, Abidzar justru menyerang balik para pengkritiknya dengan menyebut penggemar drama Korea fanatik dan rasis.
Abidzar bahkan mengaku tidak membutuhkan mereka sebagai penonton film 'A Business Proposal'.
Seruan Boikot dari Penggemar Drama Korea
Pernyataan dan sikap arogan Abidzar itu akhirnya makin membuat emosi penggemar drama Korea.
Hingga seruan aksi boikot film 'A Business Proposal' pun menggema di berbagai platform media sosial. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria