Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Band Populer Ini Layaknya Punya Halte Sendiri! Petukangan D’MASIV Jadi Sejarah Baru di Jakarta

Damianus Bram • Rabu, 5 Maret 2025 | 18:19 WIB
Aktifitas penumpang menunggu bus Transjakarta di Halte Petukangan D
Aktifitas penumpang menunggu bus Transjakarta di Halte Petukangan D

RADARSOLO.COM – D’MASIV mencatat sejarah baru sebagai band pertama di Indonesia yang mengakuisisi naming rights atau hak penamaan halte Transjakarta. Halte Petukangan Utara kini resmi berganti nama menjadi Petukangan D’MASIV.

Alih-alih merayakan 22 tahun perjalanan karier dengan konser atau album kompilasi, D’MASIV memilih cara unik untuk mengabadikan jejak mereka dalam dunia musik.

“Kami sangat bahagia dan bersyukur bisa menghadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang spesial. Memang mau bikin sesuatu yang bikin orang kaget,” kata Rian Ekky Pradipta, vokalis D’MASIV, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (3/3/2025).

Halte Petukangan D’MASIV bukan sekadar nama—halte ini punya makna khusus bagi Rian, Nurul Damar Ramadan (gitar), Dwiki Aditya Marsal (gitar), Wahyu Piadji (drum), dan Rayyi Kurniawan (bass).

Petukangan adalah tempat mereka sering latihan musik di studio sebelum meraih popularitas. Daerah ini menjadi saksi perjalanan awal D’MASIV di industri musik.

“Mungkin ini pertama kali ada band yang memberikan naming rights untuk sebuah halte. Sebuah mimpi lama yang akhirnya terwujud setelah berdiskusi dengan Transjakarta sebulan lalu,” jelas Rian.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TJ), Welfizon Yuza, menyebut bahwa kerja sama naming rights ini merupakan arahan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

Tujuannya adalah memberikan ruang bagi seniman atau musisi untuk memiliki jejak di halte Transjakarta.

“Kami ingin membuktikan bahwa naming rights tidak hanya bisa dikerjasamakan dengan merek komersial, tetapi juga musisi,” terang Welfizon.

Bahkan, Transjakarta sudah beberapa kali bekerja sama dengan D’MASIV dalam berbagai acara, hingga akhirnya muncul ide inovatif untuk mengabadikan nama mereka di salah satu halte.

“D’MASIV sudah beberapa kali mengisi acara di TJ. Dari hasil obrolan, lahir kerja sama unik yang mungkin jadi pertama di Indonesia,” tambahnya.

Berapa Lama Penamaan Halte Ini Berlaku?

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan.

“Tentu ada nilainya, ya, tidak gratis,” ujar Ayu tanpa memerinci angka pastinya.

Sebagai bagian dari kolaborasi, D’MASIV juga ditunjuk sebagai brand ambassador Transjakarta.

Bahkan, Rian menjadi voice announcer untuk Halte Petukangan D’MASIV, membuat pengalaman naik Transjakarta semakin unik bagi para penggemar mereka.

Petukangan D’MASIV, Halte Keenam yang Ganti Nama

Selain Petukangan D’MASIV, sudah ada lima halte Transjakarta lain yang hak penamaannya dibeli oleh berbagai perusahaan, yaitu:

  1. Halte Bundaran HI Astra
  2. Halte Senayan Bank DKI
  3. Halte Widya Chandra Telkomsel
  4. Halte Cawang Sentral 1 Polypaint
  5. Halte Swadarma Paragon Corp

Meski nama halte sudah resmi berubah, Rian mengaku masih belum terbiasa mendengarnya.

“Masih agak aneh dengarnya sih. Tapi ya… kami masih gak nyangka juga punya kantor pas turun depannya langsung Halte Petukangan D’MASIV,” kata Rian sambil tertawa.

Jadi, akankah ada band lain yang menyusul jejak D’MASIV? (dam)

Editor : Damianus Bram
#transjakarta #rian ekky pradipta #D’MASIV #Petukangan DMasiv #halte