RADARSOLO.COM - Siapa yang tak tahu Opera Bakdan Neng Solo? Pagelaran spektakuler tahunan ini selalu dinanti-nanti oleh masyarakat Kota Bengawan dan sekitarnya. Tahun ini ada kisah menarik yang dipentaskan dan sukses menghipnotis penonton.
Opera Bakdan Neng Solo tahun ini menyuguhkan kisah epik berjudul “Cinta di Bawah Rembulan”.
Pementasan ini terinspirasi dari sastra Anak Bajang Mengayun Rembulan karya Romo Sindhunata.
Pertunjukan seni ini disajikan oleh kelompok tari Moncar Iswara di Halaman Balai Kota Solo, Kamis (3/4/2025) kemarin.
Kisah Cinta di Bawah Rembulan mengangkat perjalanan hidup Sukrosono, seorang anak bajang yang terlahir sebagai raksasa dengan wajah mengerikan, tetapi berhati penuh kemuliaan.
Dalam keterbuangannya, Sukrosono menunjukkan kesetiaan dan pengabdian yang tulus kepada saudaranya, Sumantri, hingga mengorbankan nyawanya demi kehormatan dan kesejahteraan sang saudara.
Kisah ini tidak hanya menyuguhkan narasi klasik yang menggugah, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pengorbanan, cinta, dan kesetiaan yang tak terbatas.
Pimpinan Produksi Esha Karwinarno membeberkan, diskusi kreatif pengerjaan karya ini sudah dimulai sejak awal Maret kemarin. Setelah tulisannya rampung, para tokoh memulai reading naskah pada 11-13 Maret.
Karya ini disuguhkan oleh komunitas yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, akademisi seni, serta seniman Kota Solo.
Mereka bersama-sama berkomitmen mengembangkan seni tradisi dengan pendekatan kreatif yang tetap mengedepankan nilai luhur budaya bangsa.
"Sejak 2015, kelompok ini juga secara konsisten dipercaya oleh Pemerintah Kota Solo melalui dinas kebudayaan dan pariwisata untuk menggelar Opera Bakdan Neng Solo, sebuah perhelatan seni yang menjadi bagian dari tradisi mudik Lebaran di Kota Solo," lanjutnya.
Tak perlu khawatir, pagelaran kolosal ini akan menggunakan dialog berbahasa Indonesia. Tujuannya supaya bisa dipahami seluruh lapisan masyarakat dari berbagai daerah dan usia.
"Dengan durasi 105 menit, Opera Bakdan Neng Solo 2025 melibatkan lebih dari 100 seniman, termasuk penari, teaterawan, dalang, pengrawit, serta tim artistik dan produksi dari berbagai disiplin seni budaya di Kota Solo," tambahnya.
Sementara itu, ada sejumlah seniman berbakat yang turut berkecimpung dalam karya ini.
Dengan kehadiran mereka, Opera Bakdan Neng Solo 2025 dipastikan menjadi sajian yang memukau dan menginspirasi. (nis/nik)
Editor : Damianus Bram