RADARSOLO.COM - Di balik rindangnya hutan Jepang, ada kisah yang berbisik di antara dedaunan. Kodama, roh yang dipercaya menjaga pohon tua.
Di berbagai daerah, pohon tua, besar, atau berbentuk unik kerap dianggap sakral.
Jika kamu berjalan-jalan ke kuil tua di Jepang, mungkin kamu pernah melihat sebuah pohon besar yang dililit tali suci bernama shimenawa.
Tali ini menjadi tanda bahwa pohon tersebut dianggap sebagai tempat tinggal sesuatu yang jauh lebih tua, lebih bijak, dan jauh lebih misterius daripada yang dapat kita bayangkan.
Itulah kodama, makhluk halus penjaga pohon yang menjadi bagian penting dari mitos kuno masyarakat Jepang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hantu: Mengenal Makhluk Yokai dalam Budaya Jepang
Dalam kepercayaan lokal, kodama bukan hanya sekadar hantu atau roh biasa.
Mereka adalah manifestasi kehidupan dan usia tua yang tersembunyi dalam pohon yang telah berdiri ratusan tahun.
Kodama dalam Catatan Kuno
Istilah "kodama" secara harfiah berarti "roh pohon", namun wujud dan sifatnya sendiri tidak pernah benar-benar pasti.
Menurut ilustrasi klasik dalam karya terkenal Toriyama Sekien yang berjudul Gazu Hyakki Yagyo (1776), kodama digambarkan dalam sosok dua manusia tua yang perlahan-lahan muncul dari pohon pinus tua yang melengkung.
Ilustrasi ini istimewa karena menjadi yokai pembuka dalam buku yang akhirnya sangat mempengaruhi imajinasi yokai Jepang modern.
Baca Juga: Legenda Cigau: Singa Emas Misterius dari Sumatra yang Hampir Menghancurkan Satu Dusun
Dalam keterangannya, Sekien secara singkat mengatakan, "Saat sebuah pohon berusia 100 tahun, maka akan muncul kodama dalam bentuk yang terlihat manusia."
Kodama di Era Modern: Dari Miyazaki Hingga Kereta Cepat
Dalam budaya populer kontemporer, kodama kembali menemukan tempatnya. Salah satu penggambaran modern yang paling terkenal adalah dari film animasi karya Hayao Miyazaki, Princess Mononoke (1997).
Dalam film ini, kodama ditampilkan sebagai makhluk kecil dengan kepala bulat, tubuh transparan dan mempunyai suara kretek kretek yang unik.
Penampilan kodama difilm ini jadi imut sekaligus mistis, ini menjadi representasi modern dari kodama, memperkenalkan kembali roh pohon kepada generasi baru.
Selain itu, kata "Kodama" digunakan untuk menamai salah satu kereta Shinkansen (kereta cepat Jepang). Tapi penggunaan nama ini lebih berkaitan dengan makna "gema". (per)