RADARSOLO.COM - Salah satu sosok ikonik asal Yogyakarta, Hamzah Sulaiman, yang dikenal dengan nama Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamiji Nindyo atau lebih akrab disapa Raminten, telah meninggal dunia di usia 75 tahun.
Berita duka ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram @ramintencabaret.
"Sosok yang telah membangun, memperjuangkan, dan membesarkan nama Raminten Cabaret Show telah berpulang. Langit Jogja malam hari ini ikut bersedih meneteskan jutaan air mata mengiringi kepergiannya. Selamat jalan cinta kami," tulis akun tersebut.
Selain itu, bisnis Raminten lainnya, House of Raminten, juga menyampaikan kabar serupa lewat akun Instagram @houseoframinten.
"Selamat jalan kanjeng, terimakasih banyak atas segalanya. Engkau tidak hanya pemimpin bagi kami, tapi juga sebagai guru kami, panutan kami, dan seseorang yang telah berjasa bagi kami. Semoga di sana bahagia ya, kanjen," tulis akun ini.
Baca Juga: Berita Duka: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia setelah Berjuang Melawan Stroke
Nama Raminten tak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang Hamzah Sulaiman dalam mengembangkan industri kuliner dan pariwisata di Yogyakarta. Beliau mendapat gelar Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo dari Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Raja Kraton Yogyakarta.
Hamzah Sulaiman, yang dikenal sebagai pemilik The House of Raminten, memulai perjalanan ini lewat peran komedi situasi di stasiun televisi lokal Jogja TV.
Dalam acara tersebut, beliau memerankan sosok perempuan Jawa, mengenakan busana kebaya, jarik, dan berkonde. Dari peran ini lahirlah nama Raminten, yang kini menjadi ikon yang dikenal masyarakat luas.
Selain The House of Raminten, Hamzah Sulaiman juga dikenal sebagai pemilik Hamzah Batik, yang sebelumnya bernama Mirota Batik Malioboro.
Baca Juga: Berita Duka, Mudrick Sangidu sang Inisiator Mega Bintang Meninggal Dunia
Pada 26 Desember 2008, beliau mendirikan The House of Raminten yang beralamat di Jl. FM Noto No.7, Kotabaru, Yogyakarta.
Awalnya, tempat ini hanya menjual aneka jamu tradisional seperti beras kencur, kunir asem, jamu kolesterol, dan jamu asam urat
. Namun, seiring berjalannya waktu, The House of Raminten mulai terkenal dengan menu Sego Kucing yang dijual seharga Rp.1.000, sebuah harga yang "spektakuler" pada saat itu.
Ini menjadi titik awal ramainya pelanggan yang mulai datang dan mengantri untuk menikmati hidangan tersebut.
Visi dari Raminten adalah memberikan lapangan kerja melalui bisnis kuliner yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga besar The House of Raminten dalam semangat kekeluargaan.
Misinya juga berfokus pada upaya untuk memajukan pariwisata, khususnya kuliner di Yogyakarta, sambil tetap mempertahankan budaya tradisional Jawa.
Sosok Raminten, yang telah meninggalkan warisan besar dalam dunia kuliner dan pariwisata Yogyakarta, akan selalu dikenang oleh masyarakat Yogyakarta, baik sebagai seorang pengusaha, seniman, maupun sebagai figur yang membawa nilai-nilai tradisional ke dalam dunia modern. (nik)
Editor : Niko auglandy