Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Apa dan Siapa Itu Gowok? Tradisi Seksualitas Kuno dalam Film Gowok: Kamasutra Jawa Karya Hanung Bramantyo

Syahaamah Fikria • Jumat, 9 Mei 2025 | 05:15 WIB
Potongan adegan film Gowok: Kamasutra Jawa karya Hanung Bramantyo.
Potongan adegan film Gowok: Kamasutra Jawa karya Hanung Bramantyo.

RADARSOLO.COM - Sutradara ternama Hanung Bramantyo kembali mengguncang dunia perfilman nasional lewat karya terbarunya bertajuk 'Gowok: Kamasutra Jawa'.

Film ini mengangkat tema yang jarang tersentuh, yakni praktik budaya kuno Jawa tentang pendidikan seksualitas bagi remaja pria yang akan memasuki kehidupan pernikahan.

Lantas, apa itu sebenarnya tradisi gowok dalam budaya Jawa?

Asal-Usul dan Fungsi Sosial Gowok

Gowok adalah sebutan bagi perempuan dewasa yang dipercaya memberikan pendidikan seksual secara langsung kepada pemuda Jawa sebelum menikah.

Tradisi ini muncul dalam masyarakat Jawa tradisional dan dikenal luas dalam teks-teks budaya yang membahas ilmu rumah tangga dan hubungan suami istri.

Menurut informasi dari akun budaya Karya Budaya Bangsa, istilah “gowok” berasal dari nama seorang perempuan Tionghoa bernama Goo Wok Niang.

Nama itu kemudian diadaptasi oleh lidah Jawa menjadi “gowok”, dan istilah ini digunakan untuk menyebut para pengajar perempuan dalam ilmu Kamasutra versi lokal.

Para gowok biasanya berusia antara 20 hingga 40 tahun dan dianggap memiliki pengalaman serta kemampuan untuk mendidik calon pengantin pria.

Di antaranya dalam hal memahami tubuh perempuan, memberikan kepuasan batin, dan menghormati pasangan.

Nyantrik: Masa Belajar Sang Lelaki Muda

Dalam praktiknya, seorang remaja pria yang akan menikah akan menjalani masa nyantrik atau berguru pada gowok.

Selama beberapa hari hingga sepekan, pemuda ini akan belajar secara intensif tentang hubungan seksual, psikologi pasangan, serta nilai-nilai menghargai perempuan.

Tak hanya urusan ranjang, seorang gowok juga berperan sebagai mentor spiritual dan emosional.

Ia mengajarkan bagaimana menjadi “lelanang ing jagad” atau pria sejati dalam kehidupan rumah tangga.

Namun seiring berkembangnya zaman dan nilai-nilai sosial, tradisi ini menuai kontroversi.

Banyak yang menilai praktik gowok bertentangan dengan norma agama dan etika modern, sehingga nyaris punah di era sekarang.

Siopsis Film Gowok: Kamasutra Jawa

Film 'Gowok: Kamasutra Jawa' menggambarkan perjalanan tokoh Nyai Santi (diperankan Lola Amaria), seorang gowok legendaris yang mewariskan ilmunya pada muridnya, Ratri (Alika Jantinia).

Cerita berkembang ketika Ratri jatuh cinta pada Jaya (Devano Danendra), yang berjanji akan menikahinya.

Namun hubungan mereka dipisahkan karena dianggap tak layak.

Ratri kemudian tumbuh menjadi Nyai Ratri (diperankan Raihaanun), menggantikan posisi gurunya sebagai gowok.

Takdir mempertemukannya dengan Bagas, yang menjadi murid barunya. Bagas adalah anak dari Jaya (diperankan Reza Rahadian).

Hubungan mereka berkembang tak biasa, hingga batas antara guru dan pemuas hasrat menjadi kabur. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#jawa #film #hanung bramantyo #Gowok Kamasutra Jawa #gowok #tradisi