Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Down for Life Rilis Album Kalatidha, Digarap Bareng Produser Lamb of God: Sarat Kritik Sosial dan Balutan Spiritualitas Jawa

Silvester Kurniawan • Jumat, 6 Juni 2025 | 03:07 WIB
Baru Down For Life salah satu band ternama asal Kota Solo
Baru Down For Life salah satu band ternama asal Kota Solo

RADARSOLO.COM - Setelah sukses meluncurkan album penuh nuansa kritik sosial lainnya seperti Simponi Kebisingan Babi Neraka (Belukar Records, 2008), Himne Perang Akhir Pekan (Sepsis Records/Demajors, 2013), dan Menantang Langit (Demajors, 2017), pada 31 Mei 2025 band cadas asal Solo, Down for Life baru saja merilis album barunya yang diberi judul Kalatidha.

Pada album baru ini kritik tajam dihembuskan melalui liriknya yang tegas lewat balutan spiritualitas Jawa menanggapi ketimpangan sosial yang ada dewasa ini.

Kalatidha sendiri merupakan perjalanan spiritual terbaru dari Down for Life dalam memaknai budaya dan spiritual Jawa tentang periode waktu kehidupan.

Era di mana tatanan budi pekerti, etika, dan moral tidak lagi dianggap penting, serta soal baik-buruk, benar-salah itu dikesampingkan atas dasar nafsu keserakahan dan kekuasaan duniawi.

"Album ini kami ambil dari Serat Jangka Jayabaya yang ditulis ulang oleh Ranggawarsita. Kami melihat situasi sekarang relevan dengan Kalatidha itu dengan berbagai situasi sosial, politik, lingkungan hidup, dan lainnya yang ada di era sekarang," ungkap Stephanus Adjie waktu ngobrol via telepon dengan Jawa Pos Radar Solo, Kamis (5/6/2025).

Kalatidha mengalami proses yang panjang. Album ini digarap selama 6 tahun dengan segala tantangan juga keterbatasan seperti pandemi, rutinitas kehidupan dan jeda jadwal panggung yang cukup padat.

Meski demikian Down for Life berhasil mengemasnya dalam 10 komposisi musik yang keras yang sarat makna dan kental nuansa kritiknya.

"Kalatidha merekam dengan jelas jejak spiritual terbaru dari 25 tahun perjalanan Down for Life. Perjalanan yang membawa kami kembali ke akar untuk membumi, sekaligus di saat yang bersamaan mengangkasa melepas kepal perlawanan penuh api," bebernya.

Proses produksi album ini sebagian besar direkam di Studio Darktones, Jakarta Timur, di bawah arahan produser ganda Adria Sarvianto, yang juga mengerjakan mixing di Studio Darling di Jakarta, dan Stephanus Adjie.

Sebagian lagi dikerjakan di Studio Kua Etnika Yogyakarta, Studio Krisna Siregar Music dan Studio Nocturnal Blazze di Jakarta Selatan, dan Studio Winsome di Solo.

"Masteringnya digarap oleh Machine The Producer di Machine Shop di Austin, Texas, Amerika Serikat. Machine ini nama asli Gene Freeman, adalah produser yang menggarap album Lamb Of God, Clutch, hingga Suicide Silence. Kalau ilustrasi album dikerjakan oleh Akmal Abdurrahman dan Ardha Lepa dengan desain grafis oleh Jahlo Gomes," terang Adjie.

Dalam perjalanan panjang ini Down for Life juga meniupkan nyawa baru di lagu-lagu mereka yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya seperti ode untuk anak berkebutuhan khusus di Children of Eden.

Selanjutnya ada senandung perusakan alam dan perlawanan masyarakat adat di Prahara Jenggala yang video musiknya dikerjakan berkolaborasi dengan Trend Asia dan masuk dalam kompilasi Sonic/Panic Vol. 2 rilisan Alarm Records/ IKLIM.

Di album ini juga ada anthem penyemangat bagi klub sepak bola kebanggaan dari kota asal mereka, yakni Persis Solo, berjudul Sambernyawa, hingga epos pengantar akhir zaman di Sangkakala I & Sangkakala II.

Album terbaru Down for Life ini tersedia dalam bentuk CD dan Vinyl.

"Saat ini ada delapan personel, saya (Stephanus Adjie/vokal), Rio Baskara (gitar), Isa Mahendrajati (gitar), Ahmad Ashar Hanafi (bass), Mattheus Aditirtono (bass), Muhammad Abdul Latief (drum), Adria Sarvianto (sequencer) dan Muhammad Firman Prasetyo (sequencer). Dalam beberapa panggung sering juga dibantu drummer Alvin Eka Putra (Noxa, Bongabonga, Dead Pits) dan Rangga Yudhistira (Hands Upon Salvation)," terangnya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#Down For Life #band #persis solo