RADARSOLO.COM – Di balik suara emasnya melantunkan lagu 'Pretty Little Baby' yang kembali viral di TikTok, penyanyi legendaris Connie Francis ternyata menyimpan lembaran kelam dalam perjalanan hidupnya.
Connie Francis, yang kini viral di kalangan Gen Z, telah berpulang pada 16 Juli 2025 di usia 87 tahun.
Kabar duka ini disampaikan oleh sahabat sekaligus pengelola hak cipta musiknya, Ron Roberts, melalui unggahan emosional di media sosial.
“Dengan berat hati dan kesedihan yang mendalam, saya mengabarkan meninggalnya sahabat saya Connie Francis tadi malam,” tulis Roberts, dikutip dari New York Post.
Sakit Apa?
Francis sempat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Florida awal Juli karena keluhan nyeri hebat.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga diketahui menderita gangguan ortopedi hingga harus menggunakan kursi roda akibat cedera pinggul.
Karier Cemerlang Sejak Usia Belia
Lahir dengan nama Concetta Franconero di Newark, New Jersey, tahun 1937, Connie sudah tampil sejak usia 4 tahun.
Didorong ayahnya, ia kerap mengikuti lomba bakat dan tampil di acara televisi lokal.
Namanya mulai melesat saat tampil dalam program Startime Kids di NBC.
Ia kemudian memilih nama panggung “Connie Francis” dan menandatangani kontrak rekaman yang membawanya ke puncak ketenaran.
Dalam era 1950-an hingga awal 1960-an, Connie Francis menjadi salah satu solois wanita tersukses di Amerika. Ia mencetak berbagai lagu hits.
Di antaranya berjudul 'Who's Sorry Now?', 'My Heart Has A Mind Of Its Own', 'Where the Boys Are', 'Don't Break The Heart That Loves You' hingga 'Everybody's Somebody's Fool'.
Lewat lagunya 'Everybody's Somebody's Fool', Connie bahkan menjadi wanita pertama dengan lagu No.1 di Billboard Hot 100.
Tragedi Kelam
Meski berjaya di puncak tangga lagu, masa keemasan Connie perlahan redup seiring berubahnya selera industri musik di penghujung 1960-an.
Namun tragedi sesungguhnya justru datang dari luar panggung.
Pada tahun 1974, ia menjadi korban kekerasan seksual saat menginap di sebuah motel di Long Island, peristiwa yang mengguncang karier dan mentalnya.
Trauma itu diperparah dengan operasi pada hidung di tahun 1977, yang membuatnya kehilangan suara untuk sementara waktu.
Ia sempat kembali ke panggung, namun gangguan kesehatan mental terus menghantui.
Francis menjalani perawatan di beberapa rumah sakit jiwa atas desakan ayahnya, bahkan nyaris mengakhiri hidupnya pada tahun 1984.
Upaya itu gagal, dan justru menjadi titik balik kehidupannya.
Bangkit Kembali
Connie Francis tidak pernah benar-benar sendirian. Di saat terpuruk, ribuan surat dari para penggemarnya membanjiri rumah sakit.
Dukungan itu menjadi bahan bakar bagi Francis untuk kembali berjuang.
Dan kini, lagu-lagu Connie Francis kini kembali menemukan pendengarnya di era digital, terutama 'Pretty Little Baby' yang ramai digunakan sebagai latar video di TikTok.
Suaranya yang lembut dan khas kembali dikenang oleh generasi muda yang belum pernah menyaksikan masa kejayaannya secara langsung.
Meski telah tiada, warisan musik Connie Francis akan terus hidup.
Ia bukan sekadar penyanyi legendaris, tapi juga simbol kekuatan perempuan dalam menghadapi trauma dan tekanan industri hiburan yang keras. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria