Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Produser Merah Putih: One for All Sindir Balik Netizen, Usai Film Seharga Rp6,7 Miliar Banjir Kritik: Banyak yang Ambil Manfaat

Syahaamah Fikria • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 23:22 WIB
Cuplikan film animasi Merah Putih: One for All.
Cuplikan film animasi Merah Putih: One for All.

RADARSOLO.COM – Film animasi Merah Putih: One For All yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sayangnya, film yang disebut menelan biaya hingga Rp6,7 miliar ini justru menuai banjir kritik dari netizen setelah trailer-nya beredar.

Banyak netizen yang membandingkan kualitasnya dengan film lain, bahkan menyebut animasinya kalah saing.

Berbagai meme hingga sindiran berseliweran di medsos, terutama X.

Bahkan, ada yang mengibaratkan film animasi itu seperti tugas yang belum selesai, tapi dipaksakan untuk dikumpulkan.

"Rasanya kayak....."Waktu habis, selesai gak selesai dikumpulkan"," imbuh akun itu.

Menanggapi gelombang komentar negatif ini, sang produser, Toto Soegriwo, akhirnya angkat suara.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, Toto Soegriwo menanggapi kritik tersebut dengan santai.

"Senyumin aja. Komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian jadi viral kan?" tulisnya.

Diproduksi Dalam Waktu Singkat

Berdasarkan informasi dari akun Instagram @movreview yang bekerja sama dengan akun Toto Soegriwo (@totosoegriwo), film ini dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sejak Juni 2025.

Hanya butuh waktu kurang lebih sebulan untuk film ini bisa tayang di bioskop, sebuah fakta yang membuat banyak netizen tercengang.

Film yang diproduksi oleh Perfiki Kreasindo ini disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, dengan Toto Soegriwo sebagai produser dan Sonny Pudjisasono sebagai produser eksekutif.

"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono," tulis akun Instagram @movreview.

Namun, sayangnya, tidak banyak informasi yang bisa digali mengenai Perfiki Kreasindo karena situs resminya tidak dapat diakses.

Meskipun memiliki pesan yang menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika—di mana sekelompok anak dengan latar belakang berbeda bersatu mencari bendera pusaka yang hilang—banyak netizen yang mengkritik eksekusi film ini.

Mereka membandingkan kualitas animasi Merah Putih: One For All dengan film lain, seperti Jumbo karya Ryan Adriandhy yang mendapat banyak pujian.

Bahkan ada yang menyebut kualitasnya setara dengan serial animasi lokal Keluarga Pak Somat.

"Keluarga somat lebih baik dari merah putih one for all," komen @One*****.

Ada juga yang menyorot anggaran pembuatan film, yang dinilai tak sebanding dengan hasilnya.

"Hah 7 M hasilnya gini ?doanggggg??? Sorry wae pak, aku sbg 3D artist ,malu sih kalo namaku ditaro credit. Jujur pak artistnya kamu bayar berapa??? Wkwkwkwkwk," komen @fif******.

Sinopsis dan Kontroversi Tagline

Trailer yang telah diunggah di beberapa kanal YouTube resmi seperti Perfiki TV dan CGV Kreasi, menampilkan kisah berlatar sebuah desa yang sedang bersiap menyambut HUT ke-80 RI pada 16 Agustus 2025.

Delapan anak-anak terpilih sebagai "Tim Merdeka" untuk menjaga bendera pusaka.

Namun, bendera tersebut hilang secara misterius, memaksa mereka berpetualang mencari bendera tersebut hingga ke hutan.

Kontroversi juga muncul terkait klaim tagline film yang menyebutnya sebagai "Film Animasi Anak Indonesia Pertama Bertema Kebangsaan".

Netizen dengan akun @cro***** mempertanyakan klaim ini, mengingatkan bahwa film animasi ikonis seperti Battle of Surabaya (2015) telah lebih dulu mengusung tema serupa.

"Dengan bangganya memakai tagline 'Film Animasi Anak Indonesia Pertama Bertema Kebangsaan' saat film ini sudah ada bertahun-tahun lalu," tulis akun itu. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#HUT Ke 80 RI #Merah Putih One for All #viral #film #produser #film animasi #netizen #kritik