Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Film Merah Putih: One for All Hanya Digarap Sebulan! Netizen Sindir Sistem Kebut Semalam: Sengaja untuk Redam Heboh Bendera One Piece?

Syahaamah Fikria • Minggu, 10 Agustus 2025 | 00:12 WIB
Heboh film Merah Putih: One for All disebut-sebut untuk redam viral bendera One Piece.
Heboh film Merah Putih: One for All disebut-sebut untuk redam viral bendera One Piece.

RADARSOLO.COM – Dunia maya kini tengah dihebohkan dengan film animasi Merah Putih: One for All, sebuah karya yang digadang-gadang mengusung semangat nasionalisme untuk menyambut HUT ke-80 RI.

Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, film ini justru dihujani kritikan pedas dari berbagai sisi, mulai dari visual, alur cerita, hingga proses produksinya yang jauh dari ekspektasi.

Bahkan, dianggap tak layak diputar di bioskop.

Film yang diproduksi oleh Perfiki Kreasindo ini disebut-sebut sebagai proyek dadakan.

Diproduksi dalam Waktu Singkat

Informasi yang beredar di akun Instagram @movreview, yang berkolaborasi dengan produser Toto Soegriwo (@totosoegriwo), mengungkapkan bahwa film ini dikerjakan hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, dimulai sejak Juni 2025.

Fakta ini tentu membuat banyak netizen terheran-heran, mengingat film berdurasi 70 menit ini menelan anggaran produksi hingga Rp6,7 miliar.

Film yang disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang ini memiliki Toto Soegriwo sebagai produser dan Sonny Pudjisasono sebagai produser eksekutif.

"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono," tulis akun Instagram @movreview.

"Dengan tema keberagaman Indonesia, film animasinya dinilai menggugah jiwa, sarat nilai persatuan, persahabatan, dan semangat cinta nasionalisme anak-anak Indonesia masa kini," imbuh akun itu.

Namun, kualitas animasinya yang dinilai jauh dari ekspektasi membuat banyak netizen kecewa, apalagi dengan dana yang begitu besar.

 

Dugaan Proyek Kilat untuk Lawan Euforia Bendera One Piece

Melihat proses produksi yang terburu-buru dan kualitas yang tidak maksimal, banyak netizen menduga film Merah Putih: One For All sengaja dirilis secara kilat.

Bahkan netizen menyebut, penggarapan film ini seperti dipaksakan dan dikerjanakan secara SKS alias sistem kebut semalam.

Tujuannya disebut-sebut untuk melawan heboh pengibaran bendera One Piece yang sempat viral dan memicu kontroversi di Tanah Air jelang perayaan HUT ke-80 RI.

"Kok gw ngerasa kalau film animasi "merah putih : one for all" pemicunya adalah bendera one piece kwkw. Padahal bisa loh tayang tahun depan gak usah buru-buru gitu, selain itu kayanya banyak deh studio animasi Indonesia yang bagus dan kulitasnya good karena sering garap anime," komen @_thi******.

"Apakah film merah putih one for all dibuat gara² banyak yang ngibarin jolly roger one piece," tulis @Ili******.

"Monmaap tapi ini animasinya kek sistem kebut semalamkek ngejar hype animasi yg lagi naik naiknya tahun tiba tiba bikin lah project ini siapa tahu kan hoki," kata iwk******. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#HUT Ke 80 RI #Merah Putih One for All #viral #film #film animasi #Bendera One Piece #kritik