Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Debut Kristo Immanuel di Film Tinggal Meninggal Kapan Tayang? Ini Sinopsis dan Daftar Pemain

Nur Pramudito • Kamis, 14 Agustus 2025 | 17:25 WIB
Debut Kristo Immanuel di Film Tinggal Meninggal Kapan Tayang? Ini Sinopsis dan Daftar Pemain
Debut Kristo Immanuel di Film Tinggal Meninggal Kapan Tayang? Ini Sinopsis dan Daftar Pemain

RADARSOLO.COM - Satu film komedi akan kembali mengisi layar kaca bulan Agustus 2025 ini.

Kali ini film debut karya Kristo Immanuel, seorang komedian sekaligus kreator konten.

Film Tinggal Meninggal yang disutradarai Kristo Immanuel dijadwalkan tayang pada pertengahan Agustus 2025.

Dengan genre komedi gelap, film ini memadukan humor dan sentimentalisme.

Selain debut film pertamanya, naskah skenario Tinggal Meninggal juga ditulis oleh Kristo Immanuel bersama sang istri, Jessica Tjiu.

Tak hanya komedi, film ini juga menawarkan kedalaman emosi yang akan membuat penonton tertawa, lalu menangis, atau sekadar mengingat hal-hal kecil yang berkaitan dengan diri masing-masing.

Siapa saja pemain film dan bagaimana jalan ceritanya?

Daftar Pemain Film Tinggal Meninggal

Tinggal Meninggal dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025.

Disutradarai Kristo Immanuel dan diproduseri Ernest Prakasa yang keduanya sama-sama komedian, film ini juga dibintangi aktor-komedian lain, seperti Muhadkly Acho dan Ardit Erwandha.

Selain aktor-komedian, karakter-karakter film ini juga diperankan aktor dan aktris ternama, seperti Omara Esteghlal dan Mawar de Jongh.

Berikut ini daftar pemain film Tinggal Meninggal:

 

Sinopsis Film Tinggal Meninggal

Film produksi Imajinari Pictures ini berkisah tentang seorang laki-laki bernama Gema yang baru saja ditinggal ayahnya.

Setelah kematian sang ayah, ia merasa terkejut dan senang karena mendapat perhatian dari teman-teman kantornya.

Selama ini Gema hidup sendiri dan merasa kesepian.

Sebelum kematian ayahnya, ia bahkan tidak pernah menganggap teman-teman kantornya yang ternyata peduli dan perhatian.

Film yang mengusung tema komedi gelap nan getir ini memadukan konsep komedi dibalut dengan narasi isu-isu sosial.

Seseorang bisa saja merasa sendirian di dunia kerja/profesional, tetapi ternyata tetap menonjolkan sisi-sisi kemanusiaan yang selama ini tersembunyi.

Setelah mendapat perhatian dan masa berkabung sudah habis, teman-teman kantornya mulai kembali bersikap biasa kepadanya.

Gema sudah tidak lagi mendapat perhatian sebagaimana yang ia dapat saat ditinggal meninggal ayahnya.

Kemudian, Gema berpikir, siapa lagi yang harus meninggal agar ia mendapat empati lagi.

Ia ingin mendapatkan kehangatan lagi dari orang-orang di sekitarnya.

Suatu waktu, Gema berbincang dengan anak kecil dalam bingkai foto.

Tidak lain itu adalah dirinya sendiri sewaktu kecil. Gema kemudian mengobrol dengan dirinya versi kecil.

Percakapan antara Gema-dewasa dan Gema-kecil membawa keduanya pada eksplorasi perasaan dan refleksi mendalam.

Tanpa disadari, saat itu juga Gema berusaha memahami dan mengatasi rasa kesepiannya.

Ia berupaya mencari perhatian dari orang-orang sekitar. Bahkan, tebersit pikiran, mungkin selanjutnya ibunya yang harus meninggal agar ia kembali mendapat kehangatan dan kepedulian.

Bisa dibilang, adegan berbicara dengan ilusi sosok masa kecil ini merupakan gambaran individu yang berusaha mengingat kembali siapa dirinya sewaktu kanak-kanak.

Kesepian yang didera karakter Gema saat dewasa tampak begitu asing, lain dari dirinya saat kecil dulu.

Kesepian itu, mungkin adalah akibat dari lingkungan yang memaksanya berjarak dari orang-orang terdekatnya.

Bisa saja orang-orang di tempat kerjanya adalah orang-orang yang peduli dan hangat, tapi karena batas-batas profesionalitas, menjadikan mereka hanya sebagai rekan kerja.

Usaha yang ditempuh Gema, karena ini adalah jenis film komedi gelap, adalah mengandaikan jika memang harus ada yang meninggal agar ia bisa kembali mendapat perhatian.

Absurditas dalam film mungkin terdengar kacau dan ngawur, tetapi menjadikan unsur komedi di dalamnya semakin menonjol.

Pada akhirnya, upaya mengatasi kesepian itu bisa diusahakan tiap individu dengan cara yang berbeda.

Mungkin Gema berpikiran melakukannya di level ekstrem, mungkin juga banyak orang lain yang sebenarnya lebih nekat dan tidak masuk akal.

Namun, hal yang terpenting adalah setiap usaha yang dikerahkan.

Sebagian orang dapat berhasil lewat jalur bersama dengan orang lain dan sebagian lain mungkin dengan cara kembali pada diri sendiri, seperti refleksi yang dilakukan Gema-dewasa dan Gema-kecil.(np)

Editor : Nur Pramudito
#bioskop #sinopsis #film #Kristo immanuel #Tinggal Meninggal #daftar pemain