Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Histori Munculnya Pestapora hingga Mengakhiri Kerja Sama dengan PT Freeport Indonesia

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 6 September 2025 | 18:40 WIB
Ilustrasi event Pestapora.
Ilustrasi event Pestapora.

RADARSOLO.COM- Pestapora adalah festival musik yang lahir dari kegigihan promotor Boss Creator, yang didirikan oleh Kiki Aulia atau Ucup.

Berawal dari niat untuk membangkitkan kembali industri musik pascapandemi, Pestapora pertama kali digelar pada 23-25 September 2022 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Sesuai dengan namanya yang berarti "pesta besar dan meriah," festival ini telah sukses menjelma menjadi salah satu acara musik dengan euforia terbaik di Indonesia.

Pandemi COVID-19 sempat membuat industri musik mati suri, dengan banyak konser dan festival yang dibatalkan.

Namun, kebijakan pemerintah yang memperbolehkan kembali acara keramaian dengan syarat ketat, seperti vaksinasi lengkap dan protokol kesehatan, membuka peluang baru bagi para promotor.

Momen pascapandemi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Boss Creator.

Mereka berhasil membangkitkan antusiasme para pencinta konser yang sudah lama haus akan pertunjukan offline.

Peningkatan Jumlah Pengunjung dan Strategi Unik

Pestapora sukses menarik perhatian berkat kolaborasi musik yang unik.

Festival ini menampilkan berbagai genre, mulai dari band indie hingga penyanyi papan atas.

Salah satu daya tarik utamanya adalah penampilan King Nassar yang viral karena memanjat panggung, sebuah konsep yang unik dan menarik banyak penonton.

Pada tahun 2022, Pestapora menampilkan 174 artis dan musisi selama tiga hari, berhasil menarik sekitar 75.000 pengunjung.

Angka ini terus meningkat di tahun 2023, di mana dengan 226 artis dan dukungan sponsor dari IM3 serta Pertamina, jumlah pengunjung mencapai 97.000 orang.

Hentikan Kerja Sama dengan PT Freeport

Namun pada Pestapora 2025 yang berlangsung di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, terjadi hal kurang mengenakkan.

Pestapora resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia, Sabtu (6/9/2025).

Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari.

“Per hari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari kedua, 6 September 2025, dan hari ketiga, 7 September 2025, kami sudah tidak terikat dan terafiliasi dengan PT Freeport Indonesia,” tulis Pestapora dalam unggahan Instagram resminya.

Kebijakan tersebut mengundang beragam reaksi dari warganet.

Seperti dituliskan akun Instagram IqbaXXX

"Buat yg belom paham kenapa!???

Konflik Pestapora dan Freeport : Pestapora, festival musik Indonesia, dikritik karena bekerja sama dengan Freeport-McMoRan, perusahaan tambang AS yang mengoperasikan tambang Grasberg di Papua," tulisnya.

"Tambang ini dikenal merusak lingkungan dan menimbulkan masalah hak asasi manusia, seperti yang dilaporkan oleh Corporate Accountability Lab pada 2023.
Jadi, intinya: kerja sama ini memicu kemarahan karena Freeport dianggap merugikan Papua, baik secara ekologis maupun sosial, dan ini jadi isu sensitif di Indonesia. Cmiw," imbuh akun IqbaXXX.

Sementara itu, akun Instagram AdjXXX mengunggah daftar musisi yang mundur dari Pestapora.

Yang batalkan diri main sejauh ini:

- Negatifa
- ⁠Kelelawar Malam
- ⁠Swellow
- ⁠Rrag
- ⁠Rekah
- ⁠Ornament
- ⁠Keep It Real
- ⁠Centra
- ⁠Sukatani
- ⁠Leipzig
- ⁠The Jeblogs
- ⁠Navicula
- ⁠Durga
- ⁠Xin Lie
- ⁠Rebellion Rose
- ⁠Pelteras
- ⁠Tribute To Barefood
- ⁠Tarrkam
- ⁠Cloudburst.

Sukatani bersama band lainnya mendesak agar Pestapora memutus hubungan kerja dengan PT Freeport Indonesia.

"Kami bersama musisi yang lain, sudah melakukan mitigasi dan mendorong Pestapora untuk mengusir Freeport. Akhirnya Freeport berhasil diusir dari Pestapora," tulis band Sukatani menjawab pertanyaan warganet dan diunggah di akun X Indonesia Pop Base, Sabtu (6/9/2025).

"Draft publikasinya sedang dibuat. Tinggal tunggu untuk diposting," imbuh Sukatani. (wa)

 

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#akhiri #Histori #festival musik #pt freeport indonesia #PestaPora #hentikan kerja sama