RADARSOLO.COM - Tatzelwurm, dikenal juga sebagai Stollenwurm, Springwurm, Arassas, dan basilisco, adalah legenda monster pegunungan Alpen Jerman, Austria, Swiss, Italia, serta kawasan Eropa lainnya yang sudah beredar selama ratusan tahun.
Dideskripsikan sebagai reptil mirip kadal atau ular dengan dua kaki depan, tubuh bersisik, dan wajah seperti kucing bergigi tajam.
Tatzelwurm diyakini sangat berbisa bahkan bisa membunuh hanya dengan sekali gigitan, menghembuskan gas beracun, serta darahnya beracun.
Laporan Penampakan
Penampakan pertama tercatat tahun 1779 oleh Hans Fuchs, yang mendeskripsikan makhluk sepanjang 2 meter dengan tubuh ular dan kepala kucing.
Tahun 1828, seorang petani menemukan bangkai Tatzelwurm tetapi dimakan burung gagak saat dibawa pulang.
Gambar Tatzelwurm tercatat dalam buku berjudul Neues Taschenbuch liir Noluy- Forst- und JagdIre-tIItde aul dos Jahr, Buku panduan berburu di Bavaria Jerman tahun 1836 dan almanak Alpenrosen Swiss tahun 1841, memperlihatkan sosok seperti “cerutu bersisik” dengan kaki kecil.
Tahun 1934, foto Tatzelwurm oleh fotografer Swiss bernama Balkin sempat viral, Foto ini dipublikasikan oleh majalah mingguan Berliner Illustrirte, Bahkan majalah ini hampir mensponsori ekspedisi pencarian Tatzelwurm karena foto balin. Namun pada akhirnya foto Balkin dianggap hoak.
Seorang peneliti bernama Bernard Heuvelmans mengkaitkan Tatzelwurm dengan Monster Gila, Kadal beracun yang hidup di gurun dan gersang di bagian barat daya Amerika Serikat dan Utara Meksiko.
Bernard beranggapan bahwa Tatzelwurm adalah hewan amfibi yang belum teridentifikasi, kemungkinan besar merupakan kerabat dari Megalabatroehus, Salamander raksasa yang habitatnya berada di Jepang dan Tiongkok.
Bisa jadi Tatzelwurm memang benar-benar makhluk yang pernah ada dan saat ini sudah punah. (Per)