RADARSOLO.COM – Kisah gadis desa yang tiba-tiba menemukan ayahnya seorang CEO kaya raya, tengah viral di TikTok.
Ya, ini bukan alur drama China pendek, yang tayangannya banyak berseliweran di medsos. Di mana kerap mengangkat cerita gadis miskin yang ternyata adalah anak CEO kaya.
Sosok gadis desa ala drama China itu benar-benar nyata. Dia bernama bernama Heffy, yang baru-baru ini membagikan pengalaman hidupnya mirip dengan alur drama China pendek.
Dari Desa ke Dunia Mewah
Heffy tinggal bersama kakek dan neneknya di Singosari, Jawa Timur.
Hidupnya sederhana bermain di sawah, berenang di sungai, dan membeli es krim hanya sebulan sekali karena mahal.
“Momen ketika ayah lu beneran diam-diam CEO, hidup di desa sama nenek, beli es krim wall sebulan sekali, soalnya mahal," tulis Heffy dalam akun TikTok-nya, @heifify.
Namun hidupnya berubah drastis ketika ayahnya muncul dan menjemputnya ke Jakarta.
“Ayah tiba-tiba datang dan minta aku tinggal sama dia di Jakarta. Ternyata dia seorang CEO. Kaget punya eskalator di rumah," tulis dia.
Dari kehidupan sederhana di desa, gadis itu pun menjelma menjadi putri kaya raya dengan berbagai fasilitas mewah.
"Ngerasain hotel bintang 5, dibeliin jetski, kalo renang nggak perlu ke sungai lagi, ngerasain nonton TV di mobil. Berasa Cinderella, terima kasih ayah," tulisnya.
Terinspirasi Drama China
Ayah Heffy ternyata CEO Ikame Group, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, impor, dan distribusi peralatan cuci mobil dan motor di Indonesia.
Meskipun Heffy sudah dijemput dan tinggal bersama ayahnya yang seorang CEO sejak usia 12 tahun, Heffy baru membagikan kisahnya belum lama ini.
Yang bikin terkejut, dia punya ide untuk mengungkap kisahnya itu karena terinspirasi dari drama China yang memang sedang populer di TikTok.
“Iya kan lagi populer itu, drama Cina yang season-season gitu, karena Ayah aku kebetulan suka nonton begituan, terus oh ini kayak cerita aku,” ungkap Heffy dalam acara Rumpi No Secret Trans TV yang dipandu Fenny Rose.
Meski kini tinggal bersama ayah CEO, Heffy tetap membawa kebiasaan hidup sederhana.
Saat kecil, ia hidup layaknya anak desa biasa, bermain di sungai dan sawah, serta menunggu waktu sekolah untuk pergi ke kolam renang.
Bahkan saat kuliah, Heffy sempat sungkan meminta biaya kuliah karena terbawa kebiasaan hemat dari masa kecilnya.
“Pas mau kuliah kebetulan itu kampus swasta yang lumayan biayanya. Ayah, ini biayanya mahal banget. Terus aku pikir ayah gak bisa bayar" kenang Heffy.
"Emang kamu pikir, ayah ga bisa bayar uangnya," imbuh dia menirukan ucapan sang ayah.
Heffy kini telah lulus kuliah dan mempunyai usaha di Bali. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria