Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Siapa Dennis Junio? Saksofonis Muda Tampil di 100 Festival, Meninggal Dunia di Usia 32 Tahun

Syahaamah Fikria • Rabu, 8 Oktober 2025 | 06:38 WIB
Saksifionis Dennis Junio meninggal dunia.
Saksifionis Dennis Junio meninggal dunia.

RADARSOLO.COM – Dunia musik Indonesia kembali berduka. Dennis Junio Gani, saksofonis muda berbakat, meninggal dunia pada Selasa (7/10/2025) pukul 06.54 WITA di RSUP Prof IGNG Ngoerah (Sanglah), Denpasar, Bali.

Kabar meninggalnya musisi berusia 32 tahun itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan sahabat sekaligus rekan musisinya, Stanley Tulung di media sosial.

"Semoga lapang jalanmu menuju cahaya kebahagiaan abadi dan tenang di sisi-NYA. Mimpi indah di tidur panjangmu, Dennis. Al Fatihah," tulis Stanley.

Sebelumnya, Stanley juga sempat membagikan permintaan bantuan donor darah untuk Dennis yang membutuhkan 7 kantong darah A+ agar bisa menjalani operasi darurat. Namun, takdir berkata lain.

Meninggal Akibat Pecah Pembuluh Darah Otak

Dennis Junio diketahui mengalami pecah pembuluh darah di otak dan sempat dirawat intensif di RSUP Prof IGNG Ngoerah.

Meski sudah mendapat pertolongan medis, nyawanya tak tertolong.

Kabar duka itu juga dikonfirmasi oleh musisi jazz Barry Likumahuwa, yang mewakili keluarga.

"Barry memberi keterangan jika Dennis meninggal dunia pada Selasa pagi, 7 Oktober sekitar pukul 06.45 WITA di RSUP Prof. IGNG Ngoerah, Denpasar.

Jenazah Dennis kemudian diterbangkan ke Jakarta pada Selama malam.

Proses pemakaman akan dilangsungkan pada Rabu (8/10/2025) pukul 08.00 WIB di TPU Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

 

Dari Anak Hukum Jadi Saksofonis Jazz

Siapa sebenarnya Dennis Junio?

Musisi dengan nama lengkap Dennis Junio Gani ini lahir di Jakarta, 23 Juni 1993, dari pasangan (Alm) Isa Gani dan Diana Boes.

Meski dikenal sebagai saksofonis muda berprestasi, Dennis ternyata berlatar belakang pendidikan hukum.

Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta.

Namun, kecintaannya pada musik sudah tumbuh sejak kecil.

Di usia 3 tahun, Dennis sudah menunjukkan bakat musikalnya.

Ia belajar biola di usia 6 tahun, lalu piano klasik di usia 8 tahun.

Perjalanan Dennis ke dunia saksofon dimulai pada tahun 2006, ketika ia berusia 13 tahun.

Saat belajar secara otodidak, ia jatuh cinta pada musik jazz.

Dari sanalah ia berguru pada legenda jazz Indonesia Benny Likumahuwa, yang kemudian memperkenalkannya pada sang anak, Barry Likumahuwa.

Karier Bersinar di Dunia Jazz Indonesia

Pada Desember 2007, Dennis resmi bergabung dengan Barry Likumahuwa Project (BLP), dan sejak itu namanya mulai dikenal luas di panggung musik nasional.

Tahun 2007, Dennis juga merilis album jazz pertamanya bersama band CANZO berjudul A Song For You.

Dua tahun kemudian, pada Oktober 2009, ia mendirikan grup musik Indonesian Youth Regeneration (IYR) bersama Demas Narawangsa, David Manuhutu, Enos Martyn, Albert Fakdawer, dan Reno Castello.

Selama kariernya, Dennis tercatat telah tampil di lebih dari 100 festival musik, termasuk Jak Jazz Festival dan Java Jazz Festival, dua ajang bergengsi yang menjadi panggung impian musisi Indonesia.

Selain piawai memainkan saksofon, Dennis juga sempat mempelajari vokal dan dikenal memiliki kepribadian hangat serta semangat besar dalam menghidupkan musik jazz di kalangan muda.

Dikenang Sebagai Inspirasi Musisi Muda

Kepergian Dennis meninggalkan duka mendalam bagi komunitas musik jazz Indonesia.

Banyak rekan musisi yang mengenangnya sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan penuh dedikasi terhadap musik.

Meninggal di usia muda tak menghapus jejak karyanya.

Nama Dennis Junio akan selalu diingat sebagai salah satu saksofonis muda paling berpengaruh di generasinya, yang telah memberi warna baru dalam dunia musik jazz Indonesia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Dennis Junio #jazz #Saksofonis #profil #pecah pembuluh darah otak #meninggal