RADARSOLO.COM – Polemik antara oknum fans BTS (ARMY) dan pegawai perusahaan riset Trisula Ungu Indonesia berujung pada respons tegas perusahaan.
Tuduhan gaslighting yang dialamatkan kepada pegawai bernama Prasetja justru terbukti tak berdasar.
Alih-alih tunduk pada tekanan yang dikirimkan lewat email oleh oknum ARMY, perusahaan memilih berdiri di belakang pegawainya dan melakukan verifikasi internal.
Langkah tegas tersebut membuat nama Trisula Ungu Indonesia menjadi sorotan dan banjir pujian dari netizen.
Bermula dari Konflik ARMY dengan Host Live Skincare
Konflik ini bermula ketika host live TikTok merek skincare lokal Somethinc dihujani caci maki oleh beberapa akun ARMY.
Serangan ini diduga dipicu komentar admin X Somethinc yang menuliskan “UDAAAAH BANG” pada unggahan netizen yang menyamakan penampilan RM BTS dengan presenter Indy Barends saat tampil di APEC CEO Summit Korea 2025.
Melihat pekerja ritel diserang secara verbal, Prasetja, pegawai Trisula Ungu Indonesia, angkat bicara melalui akun X @iamprasprasetja.
Ia mengkritik tindakan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah akun ARMY kepada pihak yang tidak bersalah.
Pegawai Dilaporkan ke Perusahaan
Tak lama setelah komentarnya viral, salah satu oknum ARMY mengirim email ke kantor Prasetja dan menuduhnya melakukan gaslighting serta manipulasi opini.
Email itu menuntut agar Prasetja diberi sanksi oleh perusahaan. Prasetja pun menanggapi melalui akun X-nya.
"Terus ya, setelah mereka ngelaporin gue atas "tindak gaslight dan manipulasi opini publik", dilanjut ngancem kantor gue untuk menindak dan (idk) mecat gue?? Karna kalau ngga, mereka bakal "melanjutkan laporan ke otoritas yang lebih tinggi lagi". Like ke siape bos lu mau lapor??" tulis @IamPrasPrasetja.
"Memang lain kurasa Army Indonesia ini, kelakuan macam komunitas musuh warga. Kemarin host live Somethinc, sekarang gue, besok siapa lagi yang mau kalian ancam pekerjaannya demi membela BTS dan rasionalisasi kelakuan di luar nalar kalian?" imbuh dia.
Ia juga mengungkap bahwa identitas dan kantornya sengaja dicari untuk mengintimidasi.
Perusahaan Turun Tangan
Merespons laporan tersebut, PT Trisula Ungu Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa (11/11/2025) melalui akun X @trisulaunguid.
Setelah melakukan pemeriksaan internal, perusahaan menyatakan tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan terhadap pegawainya.
Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan tidak ditemukan bukti adanya pelanggaran etik atau tindakan manipulatif sebagaimana dituduhkan oleh pelapor alias oknum ARMY.
Perusahaan juga menyampaikan empat penegasan dalam pernyatannya.
1. Menerima segala bentuk aduan terkait tindakan-tindakan sejawat yang diluar ketentuan hukum dan perusahaan.
2. Berharap seluruh pihak dapat menghindari tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi, termasuk penyebaran infomrasi yang belum teruji kebenarannya
3. Berkomitmen untuk menyelidiki dan juga melindungi sejawat dari tuduhan tak berdasar serta potensi merugikan integritas pribadi maupun institusional apabila sejawat kami memang tidak terbukti atas tuduhan yang diterima
4. Berkomitmen untuk mendampingi sejawat dengan segala bentuk proses hukum yang dibutuhkan.
Trisula Ungu Indonesia menambahkan bahwa mereka tidak mentoleransi doxing, intimidasi, perundungan digital, atau pelecehan terhadap pegawai maupun institusi.
Publik Dukung Sikap Tegas Perusahaan
Sikap perusahaan yang memilih memeriksa fakta terlebih dahulu dan berdiri untuk pegawainya dari tudingan ARMY, menuai respons positif.
Kolom komentar akun X perusahaan pun dipenuhi dukungan.
"Mantapp ini manajemen perusahaan yang keren, mencoba menyelidiki dulu apabila rekan kerjanya terseret dalam konflik, dan melindungi karyawannya atas segala bentuk intimidasi dan doxxing dari pihak yang tidak bertanggung jawab," komen @and****.
"GOOD!!! INI BARU BENER kawal teruuuussss.. Lucu deh merusak mental segitunya giliran di kejar nanti ada yabg gak terima. Lindungi teman sejawat yang jadi korban gaslighting!" tulis @hae*****.
"Kereeen bangettt. Cross check dulu di lapangan baru kasih statement tegas. Melindungi staffnya yg emang nggak aneh2. Jangan mau dikibulin fandom itu," ucap @hea*****.
Tak sedikit pula yang menyindir oknum ARMY lantaran asal menuding seseorang.
"Kerennnnnnnnnnnnnnnnn, wah gua kalau jadi yang ngirim email malu sih, langsung pindah negara, ganti identitas, keluar fandom, masuk goa wkwkwkwk," kata @azr*****.
"Ini pas pihak perusahaan nanyain kronologinya gimana terus pas ngetik surat pernyataan apa gak ketawa cekikikan," tulis @dat*****.
"Ini serius press rilis cuman gegara ngatai fandom mengganggu. Yg terima email & bikin ini pasti ngakak deh," kata @Hae*****. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria