RADARSOLO.COM — Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni memutuskan untuk merobohkan rumah pribadinya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Langkah itu dilakukan setelah kediaman mewahnya menjadi sasaran penjarahan besar-besaran pada Agustus 2025 lalu.
Dalam sebuah video yang diunggah akun X @istananews_ pada Rabu (12/11/2025), tampak beberapa alat berat meratakan bagian depan rumah milik Sahroni.
Beberapa pekerja juga terlihat membongkar dinding dan menyingkirkan puing-puing bangunan yang rusak parah akibat aksi brutal tersebut.
Bagian dalam rumah tampak sudah hancur. Kaca jendela pecah berserakan, perabotan mewah hancur, dan dinding penuh bekas coretan.
Lantas, apa alasan Ahmad Sahroni memilih merobohkan rumahnya?
Sahroni dalam sebuah tayangan YouTube akhirnya buka suara mengenai keputusannya merobohkan rumah yang sempat jadi lokasi penjarahan tersebut.
Ia menegaskan, langkah itu bukan karena trauma, melainkan murni karena bangunan sudah tak lagi layak huni.
“Rumah mau gue robohin aja, udah nggak oke. Ini mau gue renovasi,” ujar anggota DPR RI yang kena sanksi nonaktif 6 bulan tersebut.
Sahroni menjelaskan, sebagian besar struktur rumah sudah rusak berat, sehingga pilihan paling rasional adalah membangunnya kembali dari awal.
Ia berencana membangun rumah baru dengan desain lebih kuat dan sistem keamanan yang lebih baik.
Meski mengalami kerugian besar akibat penjarahan, Sahroni menegaskan tak akan meninggalkan kawasan Tanjung Priok yang sudah lama menjadi tempat tinggalnya.
“Gue tetap di sini, dengan kondisi yang sama. Makanya gue robohin rumahnya buat direnovasi,” tandas Sahroni. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria