RADARSOLO.COM — Film NIA, yang diangkat dari kisah nyata nan tragis Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan yang dibunuh dan dirudapaksa, menuai kritik tajam usai penayangan perdana (premiere) pada Senin (24/11/2025).
Alih-alih menyentuh dan menghormati kisah tragis almarhumah Nia Kurnia Sari, film ini justru dinilai banyak pihak “menyimpang dari kisah asli” dan terlalu mengeksploitasi penderitaan korban.
Film yang diproduseri Ruben Onsu dan disutradarai Aditya Gumay tersebut diangkat dari tragedi rudapaksa dan pembunuhan remaja penjual gorengan di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Sejak tahap awal penggarapan, proyek ini memang sudah menuai polemik karena dinilai mengomersialisasikan kejadian tragis yang menimpa mendiang Nia Kurnia Sari.
Namun kontroversi memuncak setelah premiere digelar, hanya beberapa hari sebelum film resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 4 Desember 2025.
Muncul QRIS Donasi di Credit Title
Salah satu pemicu kemarahan netizen adalah munculnya ajakan donasi melalui QRIS yang terpampang di layar sebelum film dimulai.
Melalui unggahan akun X @faggositosis pada Selasa (25/11/2025) terlihat visual credit title yang menampilkan pesan, “Salurkan donasi Anda dengan scan QRIS.”
Keberadaan barcode donasi tersebut sontak memancing reaksi keras.
Banyak yang menilai tindakan itu tidak sensitif terhadap korban maupun keluarga.
"SDM indo ngga bakal maju selama orang orang masih mengomersialisasikan dan nonton film kayak gini," tulis @faggositosis.
"Kasihan bgt penderitaannya dibuat film, meninggalnya tragis pula, keluarganya gmna dah kok mau mau aja," komen @Sha*****.
Alur Cerita Film NIA Dinilai Jauh dari Fakta
Tak berhenti di QRIS donasi, sinopsis film NIA yang beredar juga memicu kemarahan.
Netizen menyebut sinopsis NIA telah menambahkan alur dan karakter yang tidak pernah ada dalam kisah asli Nia Kurnia Sari.
Beberapa bagian sinopsis yang paling disorot antara lain penambahan karakter kekasih Nia yang disebut merantau ke luar negeri
Bahkan, kekasih tersebut digambarkan memiliki penyakit jantung bawaan.
Narasi dramatis ini dianggap mengebiri fakta tragedi aslinya.
“Inilah yang paling parah. Sinopsisnya makin jauh dari kisah asli Nia. Kok bisa XXI mau tayangin film kayak gini? LSF juga kasih rating 13+ pula?” tulis @faggositosis.
"Ini film arahnya mau ke mana? Kenapa di akhir tiba² bahas pacar yang punya penyakit jantung??" komen @100t*****.
Sinopsis Film NIA
Film NIA menempatkan Syakira Humaira sebagai pemeran utama, gadis 18 tahun bernama Nia Kurnia Sari yang digambarkan sebagai anak salehah, rajin, dan menjadi tulang punggung keluarga.
Dalam film, Nia digambarkan hidup bersama ibunya, Eli (Helsi Herlinda), serta dua saudara perempuan, Rini (Eka Maharani) dan Mayang (Aisyah).
Eli disebut menderita sakit tiroid sehingga tidak mampu bekerja, membuat Nia harus mencari nafkah sendiri dengan berjualan gorengan.
Cerita memuncak saat Nia pulang berjualan saat hujan deras.
Ia melewati jalan sepi dekat hutan sebelum diserang oleh pemuda bernama Andri (Qya Ditra), yang digambarkan sebagai residivis kampung sebelah.
Dalam film, Nia dibekap, dibunuh, dan diperkosa, lalu mayatnya dikubur di tepi irigasi.
Proses pencarian digambarkan melibatkan warga termasuk tokoh Makwo yang diperankan Neno Warisman.
Tiga hari kemudian, jasad Nia ditemukan. Pelaku digambarkan kabur dengan rasa bersalah yang menghantuinya.
Film juga menampilkan adegan yang menggambarkan kekasih Nia yang disebut memiliki penyakit jantung dan terpukul oleh kematian gadis yang dicintainya.
Dijadwalkan Tayang di Bioskop 4 Desember 2025
Meski dihujani kritik, film NIA tetap dijadwalkan rilis di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025.
Sementara premier film NIA yang digelar pada Senin lalu juga dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Dalam akun X-nya, Fadli Zon juga membagikan potret dirinya saat menghadiri premier film tersebut.
"Film ini diadaptasi dari kisah nyata tragis seorang gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, dan disutradarai oleh Aditya Gumay," tulis Fadli Zon. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria